Bukan di Jalan, 95 Persen Hidup Mobil Habis di Parkiran

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi memarkir mobil. Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memarkir mobil. Foto: dok. Istimewa

Studi mengungkap bahwa usia mobil kebanyakan dihabiskan di tempat parkir bukan di jalan. Ini lantaran penggunaan mobil sebagai alat transportasi hanya dioptimalkan sekitar 5 persen dari total waktunya.

Paul Barter, seorang konsultan transportasi mengkonfirmasi klaim dari para perencana tata kota bahwa rata-rata mobil diparkir 95 persen dari waktu tempuh. Ia mengkhawatirkan beban yang diterima sebuah kota akibat mobil-mobil yang cuma terparkir dan jarang digunakan.

Disitat dari Fortune, Barter melakukan tiga pendekatan berbeda. Pertama, data jumlah perjalanan mobil dan waktu rata-ratanya. Kedua, hasil survei tentang waktu yang dihabiskan untuk mengemudi, dan terakhir ekstrapolasi dari laporan tentang jarak dan kecepatan yang ditempuh mobil.

Ilustrasi mobil parkir di bahu jalan. Foto: Shutterstock

Jika dirinci, penggunaan mobil rata-rata tidak lebih dari 5 persen dari total waktunya. Artinya, dalam 24 jam mobil hanya mengaspal di jalan selama 1-2 jam. Sisanya, sekitar 22-23 jam mobil diam di parkiran termasuk di garasi rumah.

Tak hanya ruang kota yang terbuang sia-sia, Barter ikut menyorot dampak pada mobil secara langsung. Menurutnya, biaya untuk memiliki mobil tak hanya saat membelinya, tapi juga mencakup perawatan, pajak, sampai penyusutan nilai jual.

Solusi untuk mengatasi hal itu adalah sistem berbagi kendaran seperti Zipcar di Amerika Serikat (AS). Bisa juga dengan layanan transportasi online, apalagi di masa depan yang menggunakan kendaraan otonom sehingga dapat dipanggil sesuai kebutuhan.

Kampakan mobil bekas, kondisi bekas tabrakan atau terendam banjir yang tak terpakai Foto: Trio Bagus Witjaksono/kumparan

Meskipun mobil yang digunakan akan mengalami keausan serta usia pakai jadi pendek, banyak kerusakan justru muncul ketika mobil menganggur di parkiran. Misalnya, korosi pada bagian bodi dan mesin, lebih cepat terjadi ketika mobil didiamkan tanpa pemakaian rutin.

Lebih lanjut, banyak orang tidak menjual mobil mereka meski jarang dipakai. Hal ini membuat jumlah mobil semakin meningkat, sementara penggunaannya tidak signifikan.

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (28/7/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dampak dari mobil yang mangkrak di parkiran akan berkaitan dengan ruang kota. Parkiran butuh area yang luas, sementara lahan semakin terbatas.

Henry Grabar, penulis buku Paved Paradise: How Parking Explains the World, menulis lahan parkir memakan proporsi besar dari sebuah kota. Material aspal, beton, dan drainase yang digunakan untuk parkiran punya dampak besar bagi lingkungan.

Sejumlah mobil parkir di pabrik otomotif di Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/8/2023) Foto: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Ruang kota terancam habis hanya untuk parkiran, polusi udara meningkat, dan kemacetan tak kunjung terselesaikan. Masyarakat masih memandang mobil sebagai kebutuhan pokok, bukan sebagai alat mobilitas yang seharusnya efisien.

Harga mobil yang tidak murah ditambah biaya perawatan, pajak, biaya parkir, serta asuransi, pada akhirnya menjadi beban. Bila dihitung secara rasional, mobil lebih banyak diletakkan di parkiran daripada digunakan.