Bukan Honda e, HPM Luncurkan Mobil Hybrid Dulu Tahun Ini

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Honda CR-V dan Accord Hybrid. Foto: Gesit Prayogi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Honda CR-V dan Accord Hybrid. Foto: Gesit Prayogi/kumparan

PT Honda Prospect Motor (HPM) kukuh dengan rencananya untuk memasarkan dua mobil hybrid mulai tahun ini sebagai bagian dari rencana elektrifikasi mereka di Indonesia. Honda e, mobil listrik yang dikenalkan beberapa waktu lalu, belum akan dijual.

“Sudah jelas misi elektrifikasi kita untuk tahun ini hybrid dulu, kemudian tahun mendatang elektrifikasi lainnya termasuk diproduksi lokal,” ujar Sales Marketing & Business Innovation Director PT HPM, Yusak Billy ditemui di Karawang, Jawa Barat.

Menyoal model yang akan diboyong, Billy masih enggan membeberkannya secara rinci. Ia hanya menyebut, pihaknya akan mengikuti tren pasar yang ada.

Seolah memberi sinyal, lanjut Billy segmen penjualan terbesar HPM sejauh ini ada pada model SUV. Melingkupi SUV, Compact SUV, Small SUV, dan LSUV.

“Saya belum bisa bicara sekarang, segmen dan model yang diminati konsumen itu dari Januari sampai Maret (2023) kalau dilihat market kita 50 persen itu SUV untuk Honda,” imbuhnya.

Teaser dari Honda CR-V generasi terbaru dengan teknologi hybrid. Foto: Honda

Angka tersebut, menurutnya sudah melampaui penjualan salah satu model terlaris mereka yakni Honda Brio series yang menyumbang 45 persen dari total penjualan pabrikan asal Jepang tersebut.

Rencana memasarkan mobil hybrid di Tanah Air sebenarnya sudah digaungkan pabrikan sejak pameran GIIAS 2022 lalu. Saat itu, terpampang dua mobil teknologi e:HEV dari Honda yakni CR-V dan Accord hybrid.

Billy bilang, hasil studi HPM menunjukkan permintaan pasar terhadap mobil hybrid saat ini lebih besar dibandingkan dengan mobil listrik (BEV).

“Dari studi yang kami lakukan, demand hybrid itu lebih besar dari pada BEV, karena ya sekali lagi ada tiga concern yang kami pelajari terus. Mobil listrik itu baterainya masih mahal, model terbatas, komponen juga masih terbatas, makanya segmen dan model yang cocok untuk Indonesia harus betul-betul kami pelajari,” pungkasnya.

Selain menjual mobil hybrid, HPM juga akan memproduksi modelnya secara lokal di pabrik mereka pada tahun-tahun mendatang. Rencana tersebut sejalan dengan misi global Honda yang akan merilis 30 model elektrifikasi, dengan volume produksi 2 juta unit pada 2030. Kemudian semua kendaraan yang dijual pada 2040 sudah berbasis listrik.

"Jadi nanti ICE akan semakin turun, hybrid juga akan naik, kemudian turun di 2040, lalu baterainya (BEV) akan full naik di 2040, itu rencana kami secara global," tuntasnya.

***