Cara Kerja Hybrid Wuling Eksion, Otomatis Pilih Mode Paling Efisien

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wuling Eksion PHEV. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wuling Eksion PHEV. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Pengguna Wuling Eksion tidak perlu repot memilih apakah mobil harus berjalan dalam mode hybrid seri atau paralel. Pada SUV plug-in hybrid (PHEV) tersebut, seluruh proses perpindahan mode dilakukan secara otomatis oleh sistem berdasarkan kondisi berkendara.

Product Communication Manager Wuling Motors, Danang Wiratmoko mengatakan, sistem akan membaca berbagai parameter, mulai dari kecepatan hingga beban kendaraan, sebelum menentukan konfigurasi penggerak yang paling efisien.

"Sebenarnya tidak perlu memilih secara manual mau pilih model dari mana," kata Danang saat memberikan pemaparan, di Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).

Wuling Eksion PHEV. Foto: Wuling

Menurutnya, perpindahan antara mode seri dan paralel berlangsung secara real time mengikuti kondisi jalan dan gaya berkendara pengemudi.

"Antara seri dan paralel itu nanti akan otomatis mengikuti kondisi berkendaraan,mengikuti bagaimana berubah kerja secara real time. Nanti ketika kita menginjak kecepatan berapa,dia otomatis berubah ke seri,dia otomatis berubah ke paralel, sesuai sama beberapa parameter yang nanti dihitung secara otomatis. Kecuali untuk EV mode," lanjut Danang.

Wuling Eksion PHEV. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Di balik performanya, Eksion dibekali mesin 1.5L dedicated hybrid engine yang dipadukan dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) serta baterai 20,5 kWh. Dari racikan tersebut, mobil ini mampu melaju hingga 125 kilometer dalam mode listrik murni dan menembus lebih dari 1.000 km untuk total jarak tempuh berdasarkan pengujian CLTC.

Meski perpindahan mode hybrid berlangsung otomatis, pengguna tetap dapat mengatur strategi penggunaan energi melalui empat pilihan mode yang tersedia di head unit, yakni EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel Priority.

Mode EV Max memprioritaskan penggunaan tenaga listrik hingga kapasitas baterai mencapai batas minimum. Setelah itu sistem akan secara otomatis mengaktifkan mode hybrid.

Wuling Eksion PHEV. Foto: Wuling

"Filosofinya adalah dia memanfaatkan dulu energi baterai. Setelah 12 persen, mobil akan secara otomatis mengambil alih untuk switch ke model hybrid," tambahnya.

Sementara EV First dirancang untuk mempertahankan kapasitas baterai di kisaran 35 persen. Ketika ambang tersebut tercapai, mesin bensin akan aktif untuk membantu menjaga pasokan energi.

Adapun mode Hybrid mengombinasikan kerja mesin bensin dan motor listrik secara dinamis sesuai kebutuhan berkendara, sedangkan Fuel Priority mengutamakan penggunaan mesin bensin untuk menjaga cadangan daya baterai tetap tersedia.

"Kalau mau praktis,sebenarnya mau pilih EV First atau Hybrid,itu sudah sangat cukup sih," jelas Danang.