Cara Kerja Tesla Roadster yang Bisa Melayang dan Berputar di Udara

Tesla Roadster generasi kedua diperkenalkan ke publik lewat peragaan di fasilitas pengembangan roket SpaceX di McGregor, Texas, Amerika Serikat (AS). Mobil listrik ini bisa melayang, salto, hingga berputar di udara memakai pendorong bertekanan tinggi garapan SpaceX.
Tenaga dorong mobil tersimpan di tangki bulat hitam di belakang dua jok depan, seukuran bola latihan di pusat kebugaran. Tangki berlapis serat karbon ini disebut COPV, yaitu bejana bertekanan yang dibungkus bahan komposit.
“Kami pikir cara ini cocok karena SpaceX paham betul sistem gas dingin. Kami juga tidak mau memasang afterburner sungguhan di mobil lalu membakar bahan bakar. Itu bukan Tesla,” kata Wakil Presiden Teknik Kendaraan Tesla, Lars Moravy, dalam wawancara bersama Top Gear.
Dari tangki, nitrogen mengalir lewat dua pipa panjang yang bercabang ke empat corong di atas bemper belakang. Corong ini disebut pendorong gas dingin.
Aliran gas diatur katup yang digerakkan dua alat mirip piston, lalu menyembur dengan kecepatan melebihi suara. Gas yang menyembur itulah yang mendorong mobil dan tenaganya melemah seiring turunnya tekanan.
Semua pipa dari tangki dibuat sama panjang. Bila panjangnya berbeda, gas keluar tidak merata dan mobil bisa belok sendiri. Tabung panjang dan corong terbuat dari titanium, sedangkan pipa pemisah di tiap sisi memakai Inconel, yaitu paduan logam yang kuat dan tahan panas.
“Sistem ini memberi satu kali isi, dan isi itu cukup untuk satu lintasan seperempat mil (sekitar 400 meter). Pendorong nitrogen bertahan sekitar lima detik, atau dua pertiga bagian awal lintasan. Dalam waktu itu mobil bisa melesat dari 0 sampai 97 kilometer per jam dalam 0,85 detik,” tuturnya.
Tesla menghadirkan tiga pilihan Roadster generasi kedua, yakni Performance, Thrust, serta Rocket. Varian Rocket jadi satu-satunya yang mampu terbang dengan jok yang hanya tersedia untuk pengemudi. Untuk bisa melayang, terdapat pasokan dari tabung udara berkapasitas 600 liter yang bisa diisi ulang.
Menurut Motor Trend, enam corong tambahan dipasang. Empat corong di belakang roda mengarah ke bawah untuk mengangkat mobil, sedangkan dua corong di bagian depan mengarah ke kiri dan kanan untuk memutar mobil sehingga totalnya ada sepuluh.
Roadster juga punya kipas penghisap yang menempelkan mobil saat menikung di jalanan ekstrem, seperti dalam video demonstrasi. Empat kipas listrik menyedot udara dari bawah mobil, dibantu empat sekat yang bergerak untuk menutup celah.
Dua motor listrik berdaya 1 megawatt (1.341 dk) memberi gaya dorong ke depan sekitar 32,3 kilonewton. Agar mobil mencapai 97 kilometer per jam dalam 0,85 detik seperti klaim Tesla, pendorong perlu menyumbang sekitar 19,8 kilonewton.
“Cara mengisinya lewat sebuah nozel, memakai sistem nitrogen bertekanan tinggi. Waktu pengisian saat ini dua sampai enam jam. Kami sedang menyiapkan sistem baru yang belum sepenuhnya jadi, dengan harapan waktunya turun jadi di bawah setengah jam,” kata Moravy.
Produksi mobil tersebut dijadwalkan dimulai pada tahun 2028. Pemesanan sudah dibuka dengan uang muka alias DP 50 ribu USD (Rp 901 jutaan) untuk varian Performance serta 250 ribu USD (Rp 4,5 miliar) untuk varian Thrust. Sementara itu, varian Rocket hanya bisa dipesan lewat undangan.
