kumparan
20 November 2018 13:50

Carlos Ghosn Coreng Citra Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi

Carlos Ghosn
Carlos Ghosn (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)
Carlos Ghosn ditangkap oleh pihak berwajib di Jepang, Senin (19/11). Pria yang merangkap sebagai CEO Renault, Chairman Nissan Motor dan Mitsubishi Motors ini, diduga melakukan penyelewengan. Hal ini terbukti berkat investigasi internal yang dilakukan pihak Nissan dalam beberapa bulan terakhir setelah mendapat informasi dari 'whistleblower'.
ADVERTISEMENT
Ghosn dan seorang Perwakilan Direksi Nissan, Greg Kelly disebut memalsukan laporan pendapatannya.
"Hasil investigasi menunjukkan dalam beberapa tahun terakhir, Ghosn dan Kelly melaporkan jumlah kompensasi di Bursa Efek Tokyo kurang dari jumlah sebenarnya, hal ini dilakukan dalam upaya mengurangi jumlah kompensasi Carlos Ghosn," tulis Nissan dalam keterangan resminya.
Sementara itu BBC melansir dalam lima tahun diduga jumlah uang pendapatan yang tidak dilaporkan Carlos mencapai 5 miliar yen alias sekitar Rp 648 miliar.
Masih berdasar keterangan resmi yang diberikan Nissan, Carlos dan Greg juga melakukan pelanggaran lain seperti menggunakan aset perusahaan untuk kepentingan pribadi.
Bereaksi atas kasus ini, CEO Nissan, Hiroto Saikawa langsung merekomendasikan pada pihak Board of Director untuk melepaskan Carlos dan Greg dari posisi mereka saat ini. Langkah yang sama juga langsung diambil Mitsubishi Motors Corporation (MMC).
Osamu Masuko dan Carlos Ghosn
Osamu Masuko dan Carlos Ghosn (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)
"Ini adalah sisi gelap dari era Ghosn yang sudah berlangsung untuk waktu yang lama," ujar Hiroto dalam konfrensi pers Senin malam masih mengutip dari BBC.
ADVERTISEMENT
Kabar ini tentu menjadi kabar yang mengejutkan bagi dunia otomotif, mengingat Carlos Ghosn adalah tokoh yang 'membangkitkan' Nissan di awal tahun 2000-an. Pria kelahiran Brazil, 64 tahun silam ini jugalah yang kemudian memegang kemudi untuk Mitsubishi Motors dan pabrikan mobil nomor 1 di Prancis, Renault.
Dilaporkan juga kalau saham Nissan langsung mengalami penurunan 4 persen, sementara Mitsubishi sebesar 7 persen sampai sebelum siang tadi sementara Renault yang paling parah mengalami penurunan saham sampai lebih dari 8 persen di Eropa.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan