kumparan
6 Januari 2020 10:10

Catat, 5 Tren Modifikasi Sepeda Motor yang Bisa Mengundang Petaka

Motor modifikasi, Honda Modif Contest (HMC) 2019
Ilustrasi modifikasi motor. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Tak ada salahnya memodifikasi atau menambah aksesori pada sepeda motor, buat tampil beda. Hanya saja, jangan sampai kebablasan hingga merugikan orang lain, dan berujung celaka.
ADVERTISEMENT
Lebih lagi, salah kaprah modifikasi juga bisa berujung pelanggaran hukum. Jadi sebaiknya sebelum bereksperimen, pikirkan dahulu matang-matang.
Nah berikut rangkuman redaksi kumparan, beberapa tren modifikasi yang bisa membawa petaka.

1. Ban Cacing

Penggunaan ban berprofil tipis dan kecil --ban cacing-- sangat berbahaya buat harian. Seharusnya ban jenis ini hanya digunakan untuk momen khusus, seperti drag race.
Otomotif, modifikasi, sepeda motor, ban cacing
Motor dengan ban cacing ditilang. Foto: pthengineering.files.wordpress.com
Grip atau traksi ban ke aspal menjadi tak maksimal, dan berpotensi terjadi slip dan motor tergelincir pada saat dikendarai. Apalagi dalam kondisi jalan basah.
Namun sayangnya modifikasi ini masih dilakukan beberapa pemilik motor, tanpa memperhitungkan efek negatifnya.

2. Lampu rem kelap-kelip

Berdasarkan aturan standar, lampu rem hanya menyala sekali saja ketika pedal rem diinjak. Namun pada aksesori ini, lampu rem malah berkelip berkali kali.
ADVERTISEMENT
Senior Instructor dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, kelap-kelip tersebut jelas mengganggu visibilitas pengendara lain, yang dapat berakibat timbulnya kecelakaan.
BMW F 850 GS
Ilustrasi lampu rem. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
“Sebagian orang berpikir bahwa lampu seperti itu bisa membuat pengemudi di belakangnya jadi lebih waspada. Padahal itu salah besar, justru pengemudi yang di belakang bisa buta sesaat bahkan berulang-ulang, akibat dari lampu tersebut. Potensi tertabrak justru jadi lebih tinggi,” ujar Sony kepada kumparan.

3. Lepas spakbor belakang

Ingin bergaya sporty ala-ala motor balap, beberapa orang memodifikasi motornya dengan menghilangkan spakbor belakang buat mobilitas harian. Itu salah besar.
Mungkin tak adanya spakbor belakang membuat cipratan air saat berkendara di musim hujan mengenai pengendara di belakang. Ini bisa mengganggu konsentrasi dan visibilitas, sehingga efeknya bisa menimbulkan kecelakaan.
ADVERTISEMENT

4. Ubah knalpot standar

Penggantian knalpot standar menjadi racing, akan menjengkelkan pengendara lain. Mulai dari suara bising, sampai letupan knalpot yang tak jarang mengenai wajah pengendara di belakang.
Motor kustom Honda CBR250RR
Ilustrasi knalpot motor aftermarket. Foto: dok. Batakastem
Bila seperti itu, saluran pembuangan seperti itu malah berpotensi memecah konsentrasi pengendara lain, dan fatal akibatnya.
Mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 7 Tahun 2009, diatur ambang batas tingkat kebisingan berdasarkan kapasitas isi silinder mesin. Berikut lengkapnya.
1. Sepeda motor dengan mesin hingga 80 cc ambang batas kebisingan 77 dB (desibel).
2. Sepeda motor dengan mesin 80-175 cc ambang batas kebisingan 80 dB.
3. Sepeda motor dengan mesin di atas 175 cc ambang batas kebisingan 83 dB.
Motor Kymco Like 150i
Ilustrasi lampu belakang motor. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

5. Mika lampu belakang bening

Nah selain lampu rem alay kelap-kelip, modifikasi sepeda motor yang menjengkelkan lainnya adalah mika lampu belakang yang diganti menjadi bening --bukan lagi dilapisi mika merah.
ADVERTISEMENT
Bukan tanpa maksud, warna mika merah bisa mudah dilihat pengendara lain, walaupun dalam jarak yang cukup jauh, penerangan yang minim dan juga tak menyilaukan.
Nah, bila sudah ada yang terlanjur menggantinya dengan mika bening, atau mengubahnya dengan warna lain, sebaiknya kembalikan ke versi standar, sebelum modifikasi sepeda motor kita menyelakai orang lain.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan