Cek 5 Komponen Motor Ini Usai Nekat Terobos Banjir

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengendara motor sedang berkendara saat hujan. Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pengendara motor sedang berkendara saat hujan. Foto: dok. Istimewa

Intensitas hujan di beberapa daerah di Indonesia yang cukup tinggi, menyebabkan beberapa daerah dilanda banjir termasuk Ibu Kota Jakarta. Tak hanya merendam pemukiman warga, air juga menggenangi ruas-ruas jalan umum.

Dalam situasi seperti ini, tak sedikit pengendara nekat menerobosnya. Nah, meskipun motor tak mogok dan masih bisa menyala, pemilik sepeda motor ada baiknya melakukan pengecekan beberapa komponen, yang mungkin saja fungsinya akan terganggu.

Rizal, Service Advisor Kawasaki Super, Kota Tangerang membeberkan, beberapa daftar komponen yang direkomendasikan untuk dicek, setelah nekat menerjang genangan air atau banjir.

1. Busi

Ilustrasi Busi Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan

Baik motor tipe matik, sport, dan moped (bebek) biasanya posisi busi akan langsung terkena cipratan air. Jika menerjang banjir atau genangan air yang lama potensi mesin mati bisa saja terjadi. Rizal menyebut kondisi mesin mati karena melemah atau hilangnya pengapian.

“Bisa dibuka tutup businya, dikeringkan sampai benar-benar kering. Gejala awalnya bila sudah melemah motor akan ‘brebet’,” katanya.

2. Filter udara

Tampilan filter udara berbahan Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Untuk yang satu ini juga punya fungsi yang penting dan sering kemasukan air. Gejala yang timbul biasanya sama dengan busi yang terkena air. Motor akan terasa berat dan brebet ketika tuas gas sedang diputar.

“Kalau basah banget dan dibiarkan, motor bisa ngadat atau mati karena air masuk ke ruang bakar, kalau motor sekarang biasanya sudah pakai filter udara tipe basah yang ada pelumasnya, takutnya air terus nempel di situ,” ujarnya.

3. Oli mesin

Ilustrasi ganti oli mesin motor Foto: dok. Istimewa

Untuk motor di atas 150 cc biasanya sudah disediakan dipstick atau kaca untuk melihat oli di sekitaran blok mesin. Jika warnanya berubah menjadi putih, jangan kompromi langsung kuras dan ganti dengan yang baru.

“Parahnya bisa jebol (rusak) mesinnya bila tidak diganti,” ucapnya.

4. CVT (Continous Variable Transmission)

Blok CVT dan filter udara Yamaha NMax Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Meski Kawasaki tak mengeluarkan motor tipe matik, Rizal menyarankan untuk mengecek kondisi ruang CVT. Ya, air yang masuk ke ruang transmisi tipe motor ini, akan membuat kinerja penyaluran tenaga ke roda belakang akan berkurang performanya.

“Tidak perlu diganti fan belt atau roller-nya. Pastikan saja bagian driven face bersih dari air. Itu biasanya yang bikin suara kasar, atau putaran roda jadi berat,” jelasnya.

5. Kelistrikan

Ilustrasi sekring pada motor Foto: Istimewa

Terakhir kata Rizal, jika semua sudah dicek namun motor tak menyala, bisa juga melakukan pengecekan lebih teliti di bagian kelistrikan seperti sekring, dan aki. Kendati demikian, Rizal mengklaim motor tipe injeksi bagian pentingnya biasanya sudah dilapisi pelindung anti air.

Saran Rizal, agar kondisi motor tetap dalam keadaan prima, korbankan waktu sedikit untuk mencari jalan alternatif daripada nekat menerobos banjir. Bagaimana, Anda setuju?

collection embed figure