Cerita di Balik Lahirnya Honda PCX

All new Honda PCX siap meluncur ke Indonesia pada Rabu 13 Desember. Skutik bongsor yang dipasarkan PT Astra Honda Motor (AHM) kabarnya akan menawarkan sejumlah fitur baru dan dibanderol dengan harga yang kompetitif.
Honda PCX sudah eksis cukup lama. Motor ini diproduksi mulai tahun 2009 di Thailand. Saat itu, mereka mencari formulasi sebuah kendaraan kaum urban yang menarik, trendi, dan praktis.
Soal dipilihnya Thailand sebagai basis pengembangan Honda PCX, sebagaimana kumparanOTO kutip dari situs resmi pabrikan, ada dua alasan.
Pertama, karena ekonomi Thailand yang sedang melambung tinggi kala itu. Permintaan akan kendaraan yang praktis dan efisien juga meningkat. Tak hanya itu, permintaan akan hadirnya skuter premium, juga kian diminati oleh masyarakat Thailand.
Kedua, karena riset dan pengembangan produk Honda motor memang berbasis di Thailand.
Gebrakan desain sepeda motor
Berbicara mengenai rancangan, perancang asal Thailand dan Jepang bekerja sama. Mereka mencari racikan yang pas soal skutik elegan untuk pasar global.
Mereka berkolaborasi dalam menentukan desain seperti apa yang cocok disematkan untuk Honda PCX ini. Tak main-main,perancang asal Jepang itu menelusuri restoran-restoran dan pusat perbelanjaan kelas atas yang ada di Bangkok, hanya untuk memperhatikan seperti apa gaya hidup di sana.

Dari hasil tinjauannya, perancang Jepang itu membantu pihak riset dan pengembangan produk Honda, untuk membayangkan desain sepeda motor yang tepat untuk gaya hidup yang ada di Bangkok. Dengan menekankan gaya berkendara yang santai, nyaman, dan terkesan elegan.
Hal tersebut jauh dari rencana awal perancang asal Thailand yang ingin menciptakan desain yang tajam, sporty dan ramping. Tetapi modelnya seolah tak mendukung dengan misi Honda yang ingin menciptakan skutik kelas premium.
Desain eksterior yang dipilih untuk disematkan di Honda PCX, terkesan sangat berbeda dari sepeda motor yang sudah lebih dulu eksis di Thailand.

Desain khusus yang melekat di Honda PCX dianggap mampu dan siap untuk menaklukan medan jalan yang kasar, serta sanggup untuk melewati genangan air yang dalam. Tak hanya itu, ukurannya sengaja dibuat lebih besar untuk menyesuaikan keadaan jalan di sekitar Bangkok.
Namun tak perlu khawatir, walaupun lebih bongsor dari roda dua yang sudah pernah ada, PCX sudah diperhitungkan dan tetap mampu menegosiasi kemacetan yang ada di Bangkok.
Sang desainer merancang sudut kemudi PCX dengan tampilan yang lebih besar dan diyakini akan sangat ideal untuk keadaan lalu lintas di Thailand yang padat. Saat pertama kali keluar, Honda PCX mengemas mesin 125 cc dan ban berukuran 14 inci.
Transformasi Honda PCX di Indonesia
Di Indonesia, Honda PCX -- Personal Comfort Xaloon -- meluncur perdana di Indonesia pada tahun 2010. Kala itu, motor ini dibanderol dengan harga Rp 32 juta rupiah pada saat itu.
Dua tahun kemudian (2012), AHM menggantikan PCX 125 dengan kubikasi mesin yang lebih besar yakni 150 cc. Honda PCX 150 kemudian dibekali mesin berkapasitas 152,9 cc SOHC yang mempu menyemburkan 12 daya kuda (dk) pada 8.500 rpm dan torsi 13,1 Nm pada 5.500 rpm. Selain mesin, Honda PCX kala itu mendapat penambahan fitur termasuk lampu LED, Idling Stop System (ISS), Answer Back System, soket power, lampu hazard, dan bagasi dengan kapasitas 25 liter.
Siklus hidup Honda PCX pun berlanjut dan di tahun 2014, dia tak lagi dikirim dari Thailand dan dialihkan ke Vietnam. Skutik bongsor yang dijual dengan harga Rp 38,8 juta pada tahun 2014 dan terjual 3.240 tahun itu. Versi 2014 mendapat revisi pad sektor kosmetika, termasuk bentuk lampu belakang.
Akhir 2017, AHM akan meluncuran sebuah model all new Honda PCX yang sebelumnya sudah diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2017. Menariknya, model ini memiliki varian hibrida dan listrik. Sejauh ini, belum ada informasi apakah turut dibawa dua varian itu ke Indonesia. Menurut sumber kumparanOTO, varian hibrida akan dipasarkan terlebih dahulu dan menyusul listrik. Di samping itu, kemungkinan juga ada varian mesin bensin dan sudah diproduksi secara lokal. Artinya harga bisa lebih kompetitif dan bisa menjawab persaingan di pasar skutik bongsor 150 cc.
