Cerita Konsumen Beli Tiggo 8 PHEV: Teknologi Baru Cocok Jadi Mobil Harian

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyerahan secara simbolis 100 Chery Tiggo 8 CSH ke konsumen. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Penyerahan secara simbolis 100 Chery Tiggo 8 CSH ke konsumen. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

PT Chery Sales Indonesia (CSI) baru saja menyerahkan 100 unit Chery Tiggo 8 CSH (Chery Super Hybrid) alias PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle kepada konsumennya. Seremoni tersebut diserahkan secara simbolis kepada 10 konsumen.

Guna menarik minat konsumen, Chery mengadakan program khusus saat peluncuran mobil hybrid pertama Chery di Indonesia. Bagi 1.000 konsumen pertama mendapatkan harga khusus yaitu Rp 499 juta.

Sedangkan bila kuota tersebut sudah habis, Chery menjual mobil ini dengan harga Rp 519 juta On The Road (OTR) Jakarta.

Sales Director PT CSI, Budi Darmawan bilang, Chery Tiggo 8 CSH ini dapat antusias positif dari konsumen. Hal tersebut terbukti dari angka SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) yang sudah diterima oleh pihak Chery.

“Sudah ada lebih dari 500 SPK jadi penjualannya terbilang cepat. Bisa jadi dalam beberapa hari sudah menyentuh 1.000 unit,” ujar Budi saat acara penyerahan Chery Tiggo 8 CSH di kawasan Jakarta Barat.

Penyerahan secara simbolis 100 Chery Tiggo 8 CSH ke konsumen. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Lebih lanjut, di sela-sela acara penyerahan Chery Tiggo 8 CSH, kumparan sempat mewawancarai beberapa konsumen.

Rata-rata konsumen tertarik dengan sistem PHEV yang ditawarkan oleh pabrikan Jenama China ini. Pasalnya konsumen masih khawatir bila harus beralih langsung ke mobil listrik dengan baterai murni (BEV).

Menurut Adis, yang berprofesi sebagai pegawai negeri mengatakan, Ia mulai kepincut untuk langsung meminang mobil hybrid ini karena masih jarang mobil elektrifikasi di Indonesia dengan teknologi PHEV.

Selain itu, Chery juga menawarkan konfigurasi bangku yang bisa menampung 7-penumpang. Sehingga cocok bagi keluarganya.

“Alasannya karena mobil ini hybrid yang baru di Indonesia dan kami kebetulan memang cari yang mobil hybrid yang bisa muat 7-penumpang. Ini juga kita baca-baca pas pertama kali launching sudah mencakup dan sesuai dengan kebutuhan kami,” buka Adis di acara yang sama.

Adis dan Miga pembeli Chery Tiggo 8 CSH. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Sebelum meminang mobil PHEV, Adis sudah memiliki mobil bensin. Namun rencananya Tiggo 8 CSH ini bakal jadi mobil hariannya

“Jadi untuk Chery Tiggo 8 CSH Ini mobil kedua kami, mobil yang sebelumnya mobil bensin biasa, selain itu cuma 5-penumpang. Mungkin nantinya ini bakal jadi mobil utama,” ujarnya.

Lalu menurut Miga yang juga bekerja sebagai pegawai negeri mengatakan, Chery Tiggo 8 CSH ini jadi mobil keduanya. Sebelumnya ia sudah sekitar 10 tahun menggunakan mobil bensin.

“Menurut saya mobil ini teknologinya lebih baru ya, bisa pakai baterai dan bensin. Selain itu, dari segi harga bila dibandingkan dengan mobil hybrid merek lain, ini juga lebih terjangkau,” ungkapnya.

Selain cocok jadi mobil keluarga, ternyata Chery Tiggo 8 CSH juga dilirik oleh kaum muda. Salah satunya adalah Brian yang merupakan mahasiswa.

Penyerahan secara simbolis 100 Chery Tiggo 8 CSH ke konsumen. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Menurutnya, teknologi Chery Super Hybrid lebih menarik karena mengkombinasikan antara penggunaan baterai layaknya mobil listrik, namun tetap bisa menenggak bensin.

“Pertama karena teknologinya baru, sedangkan hybrid yang biasa enggak bisa pakai listrik jadi tetap harus pakai bensin sedangkan harga bensin kan lumayan mahal ya. Tapi kalau Chery Tiggo 8 CSH ini cukup irit, kalau full tank bisa menempuh 1.300 kilometer berarti per liter kisarannya bisa 73 kilometer,” jelas Brian.

Adis dan Miga pembeli Chery Tiggo 8 CSH. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

“Menurut saya ini irit banget terus enggak perlu takut SPKLU penuh pas kehabisan baterai, karena masih bisa pakai bensin,” lanjutnya.

Sama seperti Adis dan Miga, mobil ini juga jadi mobil kedua bagi Brian yang sebelumnya pakai mobil bensin. Ia juga bilang, bia nantinya akan menggunakan untuk mobil harian.

Brian juga tak khawatir dengan brand China, menurutnya kini sudah banyak merek dari Negeri Tirai Bambu sehingga meyakinkannya dengan memilih Chery.

Penyerahan secara simbolis 100 Chery Tiggo 8 CSH ke konsumen. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

“Menurut aku sih sekarang sudah banyak brand China yang masuk. Kalau dulu kan brand China yang masuk masih sedikit jadi masih takut kalau rusak nanti bagaimana, terus sparepartnya gimana, tapi sekarang banyak yang masuk jadi sudah aman,” tuntasnya.