Cerita Konsumen Benelli yang Enggan Servis ke Bengkel Resmi

2 November 2020 14:19
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Benelli motor. Foto: Benelli Au
zoom-in-whitePerbesar
Benelli motor. Foto: Benelli Au
ADVERTISEMENT
Pabrikan motor Benelli resmi masuk pasar Tanah Air pada 2013 melalui PT Benelli Motor Indonesia (BMI), bertepatan dengan ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ).
ADVERTISEMENT
Tujuh tahun berniaga di Indonesia, Benelli cukup membuktikan eksistensinya lewat produk dengan harga yang terjangkau. Motor dengan merek Italia namun jeroan Cina itu punya beberapa line-up produk dari entry level hingga premium.
Booth Benelli di IIMS MotoBike Expo 2019 Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Booth Benelli di IIMS MotoBike Expo 2019 Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Namun, di samping menawarkan jajaran produk, pelayanan after sales diakui salah satu konsumen Benelli jauh dari harapan.
Adalah Ahmad Havizar yang berdomisili di Tangerang, pengguna Benelli Patagonian Eagle ini enggan melakukan servis di bengkel resmi dan lebih memilih bengkel umum.
"Kebetulan beli Patagonian Eagle ini kondisi bekas sekitar 2018 lalu. Dari pertama pakai belum pernah ke bengkel resmi, karena tahu dari teman kebanyakan bengkel resmi Benelli kurang dalam pelayanan," katanya saat dihubungi kumparan, Sabtu (31/10).
Benelli Patagonian Eagle Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Benelli Patagonian Eagle Foto: Istimewa
Pelayanan yang kurang, maksud Havizar soal maintenance waktu. Padahal kata dia sebenarnya konsumen yang melakukan servis di bengkel resmi tidaklah banyak.
ADVERTISEMENT
"Lebih ke lama saja, sih, kata teman-teman. Kliennya padahal dikit enggak harus antre," jelas dia.

Inden sparepart

Lebih lanjut, Havizar menjelaskan untuk proses pemesanan komponen juga terhitung lama. Dia pernah memesan knalpot namun barang tidak tersedia di bengkel dan harus inden beberapa waktu.
"Untuk sparepart bisa dibilang lumayan langka, ya. Waktu itu pernah mau ganti knalpot tapi inden 2-3 minggu akhirnya nunggu juga. Cukup lama itu," jelasnya.
Ilustrasi Benelli Patagonian Eagle Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Benelli Patagonian Eagle Foto: Istimewa
Selama pemakaian hampir 2 tahun memang kondisi motor masih terbilang prima. Namun, untuk beberapa sektor mulai mengalami penurunan, misalnya bodi yang mulai getar dan ada beberapa cat yang memudar.
"Ya, buat harga segitu, sih, sudah cukup lah. Hasilnya memang begitu enggak bisa bohong," katanya.
ADVERTISEMENT
Dari laman resmi Benelli Indonesia setidaknya mereka punya 21 produk yang ditawarkan. Mulai dari motor matik hingga moge berkubikasi 1.000 cc. Khusus untuk motor Havizar, Patagonian Eagle dibanderol oleh BMI dengan harga Rp 38,9 juta.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020