Charade 1993 Rally Curi Perhatian di Daihatsu Kumpul Sahabat Malang 2025
·waktu baca 3 menit

Daihatsu Charade keluaran 1993 milik Novianto sukses mencuri perhatian di Daihatsu Kumpul Sahabat Malang 2025. Hatchback milik penggawa Charade Classy Winner (C2W) ini tampil sebagai salah satu unit kompetisi yang cukup diperhitungkan berkat racikan mesin dan setup yang sudah disesuaikan dengan regulasi balap.
Novianto yang menjabat sebagai Ketua C2W menceritakan sedikit sejarah mobil yang ia rawat. Ia menekankan bahwa proyek modifikasi ini bukan sekadar hobi, tetapi perjalanan panjang mengikuti dunia balap sprint rally. Dua kalimat ini menunjukkan komitmen sang pemilik pada dunia motorsport.
Dirinya menuturkan bahwa mobilnya merupakan Charade tahun 1993, yang kini dipakai khusus sebagai mobil kompetisi. Ia menyebut mobil ini sudah menjalani berbagai ajang sprint rally.
“Mobil Daihatsu Charade tahun 1993 ini mobil kompetisi, sebagai sprint rally untuk sementara ini. Tahun ini vakum dulu di sprint rally karena trouble mesin, tahun lalu aktif terus dan mungkin tahun depan ikut lagi,” buka Novianto saat ditemui di Daihatsu Kumpul Sahabat Malang, Minggu (7/12).
Lebih lanjut, Novianto mengungkap dirinya merupakan pemilik kedua dari mobil tersebut. Unit ini sebelumnya dipakai untuk drag race sebelum akhirnya ia ambil alih dan mengubahnya menjadi spek rally demi menyesuaikan regulasi.
“Ini saya pemilik kedua saya dapat tahun 1996. Dulunya dipakai drag, lalu saya ambil dari teman dan sesuaikan dengan regulasi,” tambahnya.
Meskipun turun di balap, Novianto ternyata tidak menjadi pengemudinya secara langsung. Ia mempercayakan posisi pengemudi utamanya kepada Jimmy, yang tak lain adalah pamannya sendiri dan sudah lebih terbiasa dengan balap.
“Saya cuma owner-nya saja, tapi yang jokiin itu Om Jimmy, om saya sendiri,” katanya.
Prestasi mobil ini juga cukup mengesankan di lintasan. Novianto menyebut catatan terakhir yang paling diingat adalah posisi runner-up di Rally Hambalang 2024, hanya berada satu tingkat di bawah legenda balap tanah air, Rifat Sungkar.
Untuk sektor dapur pacu, mobil ini sudah mengalami peningkatan signifikan dari spesifikasi standar. Mesin 1.3L bawaan Charade Winner di-upgrade ke mesin Feroza sehingga kubikasinya melonjak menjadi 1.600 cc dengan konfigurasi F2.
Novianto menegaskan bahwa mobil ini sepenuhnya disiapkan untuk kebutuhan kompetisi. Setup yang ada tidak cocok dipakai untuk penggunaan harian karena seluruh komponen sudah disetel mengikuti karakter balap.
Soal biaya, sang pemilik membeberkan gambaran total investasi yang sudah digelontorkan sejak pertama membeli mobil tersebut hingga proses modifikasi.
“Dari beli sampai modifikasi, kisaran enam kali harga belinya. Sekitar Rp 300 jutaan karena tiap tahun ada upgrade ikuti regulasi,” jelasnya.
Dengan rekam jejak kompetisi yang cukup banyak, mobil ini ternyata juga sudah beberapa kali mendapat tawaran dari calon peminat. Penawaran terakhir mencapai Rp 95 juta, namun Novianto menolak melepasnya.
“Terakhir Rp 95 juta belum saya lepas. Kalau ada yang serius mungkin di atas Rp 130 juta baru saya lepas,” tutupnya.
