Chery Garap Baterai Solid State, Cas Penuh Tempuh Jarak 1.300 Km

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PT Chery Sales Indonesia (CSI) resmikan diler baru di PIK 2, Banten, Selasa (16/9/2025). Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
PT Chery Sales Indonesia (CSI) resmikan diler baru di PIK 2, Banten, Selasa (16/9/2025). Foto: Sena Pratama/kumparan

Chery Automobile kembali menunjukkan ambisi besarnya di dunia elektrifikasi. Perusahaan memperkenalkan modul baterai mobil solid-state pertama hasil pengembangan internal yang punya jarak tempuh hingga 1.300 kilometer.

Peluncuran dilakukan dalam Konferensi Inovasi Global Chery 2025 belum lama ini di Wuhu, China. Baterai dengan kepadatan energi sel 600 Wh/g tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di industri otomotif di Negeri Tirai Bambu, sebagaimana dilaporkan Car News China.

Modul baterai itu dikembangkan oleh Chery Solid-State Battery Research Institute dengan menggunakan sistem elektrolit padat. Sistem dibentuk langsung di dalam baterai dan dipadukan dengan material katoda berbasis mangan yang memiliki kandungan lithium.

Chery menyatakan sel baterai milik mereka punya daya tahan yang baik, meski sudah melalui uji coba ekstrem, seperti ditancapkan paku atau dibor. Menariknya, baterai tersebut tidak terbakar maupun mengeluarkan asap setelah pengujian.

Fasilitas produksi Chery di Wuhu, Anhui, China yang menggunakan optimasi robotik. Foto: dok. Chery International

Berdasarkan perhitungan di atas kertas, mobil yang menggunakan baterai ini mampu menjelajahi aspal lebih dari 1.500 kilometer. Pada dunia nyata jarak tempuhnya diperkirakan sekitar 1.300 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan teknologi solid-state. Jenama asal China ini berencana memulai uji coba operasional pada tahun 2026 dan melakukan peluncuran skala besar di tahun 2027.

Jika terealisasikan, Chery berpotensi melangkah lebih cepat dari pesaing utamanya seperti BYD dan CATL. Kedua pesaingnya diketahui baru menargetkan produksi terbatas di periode yang sama.

Lebih lanjut, peluncuran baterai di kampung halaman Chery sejalan dengan kinerja ekspor dan pendapatan mereka mengesankan sepanjang tahun. Pada September 2025, perusahaan mengekspor 137.624 unit, naik 26,2 persen dari tahun sebelumnya.

Chery Tiggo Cross CSH Comfort. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Angka itu juga menandai lima bulan berturut-turut ekspor Chery melampaui 100 ribu unit. Selama Januari-Juni 2025, pendapatan perusahaan mencapai USD 19,5 miliar (sekitar Rp 323 triliun) dan naik 26,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya..

Usai penawaran saham perdana (IPO) besar di Hong Kong, Chery mengalokasikan 35 persen perolehan dana untuk riset serta pengembangan kendaraan.

Adapun, 25 persen dana lainnya digunakan dalam pengembangan teknologi masa depan. Langkah ini menunjukkan betapa pentingnya proyek baterai solid-state bagi strategi jangka panjang perusahaan.

Sebagai informasi, pengumuman Chery datang tak lama setelah Toyota bekerja sama dengan Sumitomo Metal Mining. Kerja sama tersebut dilakukan untuk mempercepat produksi material katoda bagi baterai solid-state mereka.

Mengunjungi fasilitas produksi Chery di Wuhu, Anhui, China, Kamis 9 Februari 2023. Foto: dok. Chery International

Menurut EV Tank, distribusi baterai solid-state secara global diproyeksikan mencapai 614 GWh pada tahun 2030. Angka ini setara dengan lebih dari 10 persen total produksi baterai di dunia. Nilai pasarnya diprediksi melebihi USD 34 miliar atau sekitar Rp 564 triliun.

Di sisi lain, sebuah kelompok di Universitas Tsinghua baru-baru ini mengembangkan sel solid-state soft-pack 604 Wh/kg. Baterai ini berpotensi diproduksi massal, tapi biaya menjadi kendalanya. Harga baterai solid-state diperkirakan 2,8 kali lebih tinggi dari baterai lithium-ion elektrolit cair.

Peluncuran perdana baterai solid-state Chery menjadi tonggak teknis yang signifikan bagi perusahaan dan industri kendaraan listrik China. Bila sukses diproduksi massal, baterai tersebut bisa menggandakan jarak tempuh mobil listrik saat ini.