Chery Indonesia Buka Suara Soal Investasi Rp 5 Triliun, Siapkan Pabrik Sendiri
·waktu baca 3 menit

Country Vice President PT Chery Sales Indonesia (CSI) Budi Darmawan memberikan kabar terbaru soal komitmen perusahaan kepada pemerintah untuk berinvestasi di dalam negeri dengan nilai mencapai Rp 5 triliun.
"Jadi detailnya akan diberikan khususnya, tetapi itu adalah awal kerja sama kami untuk meningkatkan eksistensi di Indonesia. Jadi memang kami sangat serius menggarap pasar di sini dan nanti Indonesia akan menjadi basis ekspor untuk negara lain," buka Budi ditemui di Jakarta, Sabtu (25/10).
Ihwal investasi tersebut sebelumnya diungkap Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang belum lama ini melakoni lawatan ke China, salah satu agendanya bertemu dengan direksi Chery Automobile. Pabrikan berbasis di kota Wuhu itu menyatakan keseriusan lebih untuk memantapkan investasinya di Tanah Air.
"Komitmen investasi ini menunjukkan keseriusan Chery dalam memperkuat industri otomotif nasional, khususnya pada kendaraan rendah emisi dan berbasis listrik. Pemerintah akan terus mendorong percepatan realisasi investasi tersebut,” kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya pertengahan Oktober lalu.
Adapun investasi Chery telah dimulai sejak 2024, dan perusahaan berkomitmen untuk terus berinvestasi hingga tahun 2030. Secara kumulatif, nilai investasi akan mencapai lebih dari Rp 5,2 triliun.
Semuanya dikatakan mencakup pengembangan fasilitas produksi di Indonesia, baik melalui kemitraan dengan pihak lain maupun pembangunan pabrik mandiri. Saat ini, PT CSI menggandeng PT Handal Indonesia Motor (HIM) untuk fasilitas perakitannya.
"Sifatnya itu adalah kami melakukan kerja sama dengan Handal, dan nanti ke depannya akan ada pengembangan seperti pembuatan jalur (produksi) baru khusus untuk Chery, termasuk perluasan untuk kapasitas produksi)," imbuh Budi Darmawan.
Budi bilang, nilai investasi tersebut akan direalisasi secara bertahap. Diakuinya, Chery saat ini tengah menyusun rencana bisnis di Indonesia untuk jangka beberapa waktu ke depan yang akan dibagikan dalam waktu dekat.
"Investasi ke Handal saya belum bisa sebutkan nominalnya, angka yang kemarin itu merupakan tambahan yang cukup signifikan bagi bisnis Chery ke depannya. Kami dari CSI menilai pasar Indonesia masih sangat potensial," terangnya.
Menyoal wacana pabrik mandiri, Budi bilang fasilitas tersebut tak menutup digunakan untuk membuat model-model grup Chery lainnya seperti Omoda Jaecoo, Lepas, dan beberapa sub-brand lain yang nanti akan hadir di Indonesia.
"Angka yang kemarin merupakan tambahan yang cukup signifikan bagi bisnis Chery ke depan. Kami dari CSI menilai Indonesia market potensial dan kami serius menggarap itu dan ini bukti komitmen kami seperti yang masyarakat inginkan, bahwa Chery akan memiliki kapasitas produksi sendiri," pungkasnya.
Adapun berdasarkan data penjualan Chery merujuk Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), menunjukkan tren positif untuk kategori kendaraan elektrifikasi.
Penjualan kendaraan battery electric vehicle (BEV) pabrikan terus meningkat signifikan, dari hanya 0,08 persen pada tahun 2021 menjadi 10,22 persen dari total pasar kendaraan roda empat pada Januari–Agustus 2025. Chery kini menempati posisi ke-4 sebagai merek dengan penjualan BEV terbesar di Indonesia.
Untuk pasar ekspor, Chery sudah memulai dengan mengirimkan model Omoda 5 ke pasar Vietnam yang menganut setir kiri sejak akhir tahun lalu. Budi memastikan pihaknya menargetkan perluasan negara tujuan, termasuk Australia.
"Australia tentu saja ada potensi, Tiggo Cross itu kebetulan penjualannya di sana juga cukup baik. Model yang sangat populer, nomor satu di segmennya, tak menutup kemungkinan kita akan bidik Australia untuk ekspor model setir kanan," pungkasnya.
