Chevrolet Camaro 1969 Diubah Jadi Hypercar Hybrid, Dijual Rp 26,7 Miliar
·waktu baca 3 menit

Mobil klasik memang selalu menjadi objek eksperimen bagi para penggemar restorasi. Bengkel Blazin Rods di California, Amerika Serikat (AS), berhasil mengubah muscle car Chevrolet Camaro 1969 menjadi hypercar hybrid dengan harga yang fantastis.
Mereka mengatakan hasil restorasi itu sebagai 'World’s First Classic Hybrid Hypercar Based on 1969 Camaro'. Disebut hypercar lantaran mobil ini punya sasis dari komponen khusus dengan presisi tinggi, sesuai standar mobil super. Desainnya membuat bodi mobil jadi lebih kaku dan stabil saat melaju.
Berbicara jantung mekanisnya, mobil ini dibekali mesin V8 hybrid 5,8 liter twin-turbo dengan sistem pelumasan dry-sump. Mesin Chevrolet yang telah dimodifikasi secara signifikan tersebut diklaim mampu menghasilkan tenaga 1.300 dk per 9.000 rpm.
Terdapat motor listrik berpendingin cairan di gardan depan yang menambah tenaga hingga 300 dk. Daya listriknya disimpan dalam baterai bertegangan 800 Volt yang diposisikan secara strategis untuk menjaga pusat gravitasi tetap rendah dan membuat mobil lebih stabil.
Secara keseluruhan, mobil berusia 56 tahun itu sanggup menyemburkan tenaga gabungan lebih dari 1.600 dk. Angka tersebut bahkan lebih besar dibandingkan tenaga 1.479 dk pada Bugatti Chiron yang disuntik mati tahun lalu.
Kemudian, ada sistem manajemen torsi canggih dengan target kecepatan maksimum lebih dari 322 km/jam. Akselerasinya pun diprediksi sangat cepat, berkat sistem kontrol peluncuran yang dirancang khusus agar mampu melesat secepat kilat.
Mobil besutan Negeri Paman Sam itu juga dibekali suspensi adaptif yang masih dipatenkan, menggabungkan batang torsi, pegas udara, dan batang dorong hidrolik. Ada pula sistem pengereman brake-by-wire serta kemudi dengan bantuan variabel.
Dari segi tampilan, bagian bodi sepenuhnya terbuat dari serat karbon. Spatbornya dibuat lebih lebar, dilengkapi desain aerodinamis yang lebih tajam, serta tambahan saluran udara untuk meningkatkan performa di jalan.
Adapun, buritan mobil yang mencuri perhatian dengan sayap besar di pilar-D, menggantikan posisi sayap tradisional di dek belakang. Desain ini disempurnakan lewat kolaborasi Blazin Rodz dengan HP Additive Manufacturing menggunakan teknologi percetakan 3D.
Sebagai informasi, proyek hypercar hybrid Camaro dari Blazin Rods rencananya diperkenalkan pada ajang SEMA lewat model skala 1:3. Tak main-main, bagian depan akan dibuat berukuran penuh lengkap dengan suspensi dan sistem penggerak hibrida.
Berbeda dari kebanyakan mobil hasil rakitan SEMA yang hanya dibuat satu kali, mobil ini akan diproduksi secara terbatas. Proses pengembangannya masih berlangsung dan versi akhirnya diperkirakan meluncur pada tahun 2026.
Menyoal harga, belum ada pengumuman secara resmi. Namun, perusahaan memperkirakan mobil ini akan dibanderol sekitar USD 1,6 juta (sekitar Rp 26,7 miliar). Harga tersebut sekitar tiga kali lipat lebih mahal dari Ferrari 849 Testarossa bertenaga 1.036 dk teranyar.
