China Hapus Insentif Baterai, Harga Mobil Listrik Bakal Naik

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mobil-mobil listrik China. Foto: Vivid Brands/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mobil-mobil listrik China. Foto: Vivid Brands/Shutterstock

Pasar mobil listrik (EV) China tumbuh pesat berkat sokongan insentif pemerintah selama satu dekade terakhir. Topangan itu kini mulai dilepas satu per satu, mulai dari pajak baterai sampai pajak pembelian kendaraan.

Dari laporan Nikkei Asia, otoritas China sudah memberlakukan kembali pajak konsumsi untuk baterai lithium-ion sejak 1 September 2026. Tarifnya dipatok 2 persen dan bakal naik jadi 4 persen pada September 2027.

Keringanan pajak baterai lithium-ion sebelumnya berlaku sejak tahun 2015. Kebijakan itu membuat mobil dengan baterai jenis tersebut bebas dari pajak konsumsi 4 persen demi menopang tumbuhnya industri New Energy Vehicle (NEV) di sana.

Perbandingan baterai solid state dan lithium ion. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Pencabutan tersebut menjadi perubahan pertama dalam 11 tahun terakhir. Banyak perusahaan diperkirakan bakal meneruskan beban pajaknya ke konsumen, seperti produsen baterai EVE Energy yang berencana menambahkan 2 persen pajak ke harga jual produknya.

Pemangkasan insentif juga menyasar pasar ekspor. Potongan pajak untuk eksportir baterai mobil setrum sudah dipangkas dari 9 persen menjadi 6 persen pada April lalu, dan bakal dihapus seluruhnya pada Januari mendatang.

Dukungan pemerintah kini digeser ke teknologi yang lebih baru. Baterai sodium-ion dan solid-state tetap mendapat keringanan pajak, sebab penggunannya belum begitu banyak di pasaran.

Beban terbesar justru datang dari pajak pembelian kendaraan. Sepanjang tahun 2014 sampai akhir 2025, pajak pembelian mobil baru sebesar 10 persen dibebaskan sepenuhnya untuk NEV.

Pabrik Honda di China pekerjakan robot dan gunakan teknologi AI untuk produksi mobil listrik. Foto: Honda

Keringanannya sekarang mulai dikurangi secara bertahap. Pajaknya dikenakan sebesar 5 persen sejak Januari 2026 dan bakal naik jadi 10 persen pada Januari 2028, setara dengan mobil bensin konvensional (ICE).

Kenaikan pajak itu langsung berimbas ke harga jual ke para konsumen. Daya beli masyarakat China yang melemah akibat lesunya sektor properti membuat tekanan emakin terasa. Penjualan domestik NEV di Negeri Tirai Bambu turun 10 persen pada semester I 2026.

Pemangkasan insentif tersebut diperkirakan mengguncang rantai pasok industri otomotif China. Produsen yang tidak sanggup meneruskan beban biayanya ke konsumen harus menanggung sendiri kenaikan itu.

China sendiri menempati peringkat pertama dunia untuk penjualan NEV sepanjang tahun 2025, sekaligus menjadi yang ke-11 kali secara beruntun. Porsinya mencapai 48 persen dari total penjualan mobil baru di sana, naik pesat dari 5 persen pada tahun 2020.