Citroen Balik Lagi ke Indonesia, Bawa SUV ‘Murah’ dan Mobil Listrik

Stellantis N.V., perusahaan induk Automobiles Citroen resmi menunjuk Indomobil Group sebagai distributor Citroen di Indonesia. Rencananya mobil asal Prancis ini mulai dipasarkan pada tahun 2023.
“Indonesia menyimpan peluang besar. Saya yakin bahwa brand ini bisa menjadi salah satu favorit masyarakat di Indonesia. Kami membawa tiga produk andalan kami untuk diperkenalkan di sini. Salah satunya adalah mobil listrik,” ungkap CEO Citroen, Vincent Cobée di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta, Selasa (04/10).
Citroen merupakan merek mobil asal Prancis yang mulai masuk ke Indonesia melalui insinyur Prancis yang pada tahun 1960-an turut membantu pembangunan Bendungan Jatiluhur. Mereka pun pernah eksis di tahun 1970-an melalui PT Alun, dan sayangnya harus hengkang pada tahun 1990-an.
Sementara itu, tiga produk pertama Citroen yang akan dipasarkan tahun depan adalah C5 Aircross, mobil listrik e-C4, dan New C3.
“Akan ada tujuh dealer yang kami bangun di tahun depan. Tahun 2024 akan dikembangkan lagi menjadi 15 jaringan dealer,” imbuh Head of Business Development Indomobil Group, Andrew Nasuri.
1. Citroen C5 Aircross
Produk pertama yang akan dibawa adalah Citroen C5 Aircross yang mengisi segmen Sport Utility Vehicle (SUV).
“Untuk model C5 Aircross yang kami kenalkan akan langsung dibawa dari Brittany, Prancis. Ini akan masuk ke dalam segmen flagship kami,” jelas Cobée.
Mengutip dari laman resmi Citroen, mobil ini punya dua pilihan yakni plug in hybrid dan non hybrid. Citroen C5 Aircross non hybrid memiliki opsi mesin bensin dan diesel.
Sedangkan, varian plug-in hybrid mengemas mesin Puretech dengan kombinasi motor listrik bisa menyemburkan tenaga maksimal 225 dk dan torsi 360 Nm.
2. Citroen e-C4
Mobil kedua yang dibawa oleh Citroen adalah e-C4. Mobil listrik ini didatangkan langsung dari Madrid, Spanyol.
e-C4 menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 50 kWh. Dalam sekali pengisian daya, mobil bisa mencapai jarak 360 kilometer WLTP. Pengisian daya menggunakan AC Charging dari 0 ke 100 persen membutuhkan waktu hingga 7,5 jam dan pengisian daya cepat menggunakan CCS charging hanya butuh 30 menit.
Sementara motor listriknya menjanjikan output 136 dk dan torsi 260 Nm yang membuat mobil ini bisa digeber dengan kecepatan maksimum 150 km/jam.
“Harganya sama seperti C5 Aircross, cukup mahal karena mengisi segmen flagship. Kami akan mengumumkannya nanti,” ucapnya.
3. New Citroen C3
Model ketiga yang akan dipasarkan Citroen adalah berjenis ‘SUV murah’ yang akan berkompetisi dengan Toyota Raize. Andrew menjelaskan, produk yang diproduksi di India ini bakal dipasarkan dengan harga di bawah Rp 300 jutaan.
“Mobil ini (New Citroen C3) akan mengisi segmen di bawah Rp 300 juta. Jadi, ini nanti yang akan menjadi produk low end kami,” ujar Andrew.
Mengacu spesifikasi Citroen C3 di pasar India, mobil ini memiliki dua pilihan mesin. Pertama Puretech 82 berkubikasi 1.198 cc dengan output 96,6 dk dan torsi 115 Nm. Kedua, mesin Puretech 110 berkapasitas 1.199 cc tiga-silinder dengan turbo, yang menjanjikan 108,4 dk dengan torsi maksimum 190 Nm.
