Coba Tanjakan SpongeBob Viral Pakai Mobil Listrik Wuling Air ev

10 November 2023 6:39 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mencoba jalan Bukalaksana a.k.a tanjakan SpongeBob di Lembang, Jawa Barat. Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mencoba jalan Bukalaksana a.k.a tanjakan SpongeBob di Lembang, Jawa Barat. Foto: Sena Pratama/kumparan
ADVERTISEMENT
Ketenaran jalan menanjak di Lembang, Kabupaten Bandung Barat atau kerap disebut tanjakan SpongeBob, membuat kumparan tertantang untuk mencobanya langsung menggunakan mobil listrik Wuling Air ev.
ADVERTISEMENT
Tanjakan SpongeBob belum lama ini viral karena tak sedikit kendaraan yang lewat gagal mendaki. Salah seorang warga setempat, Kiki mengatakan hal itu karena tidak semua pengemudi familiar dengan medan tersebut.
"Kadang mah istilahnya diremehkan begitu, ya. Kalau dilihat dari video atau gambar mungkin tidak seberapa, tapi saat dicoba langsung beda," terang Kiki kepada kumparan di Lembang, Jawa Barat (9/11).
Benar saja, begitu tiba di lokasi kami dibuat takjub dengan apa yang disuguhkan dari jalan bernama asli Bukalaksana tersebut. Tanjakan ini memiliki karakteristik panjang dengan sudut kemiringan lumayan curam pada titik tertentu.
Mencoba jalan Bukalaksana a.k.a tanjakan SpongeBob di Lembang, Jawa Barat. Foto: Sena Pratama/kumparan
Oke, kembali ke Wuling Air ev, model yang kami gunakan adalah varian tertinggi Long range dengan spesifikasi motor penggerak berkekuatan 30 kW atau setara 40,2 dk dan torsi 110 Nm.
ADVERTISEMENT
Ada dua metode yang kami uji coba yakni pertama dengan berjalan langsung dari bawah hingga ke puncak. Kemudian yang kedua, berjalan dari bawah kemudian berhenti di tengah tanjakan kemudian coba untuk merangkak kembali.
Metode yang pertama kami lalui tanpa hambatan berarti, mobil bisa berjalan naik hingga ke puncak. Meski, tidak dalam kecepatan yang begitu cepat. Tapi, intinya sangat mampu untuk menanjak.
Ini dilakukan baik dengan satu atau dua orang di dalam mobil, dengan AC menyala dan tidak menyala. Serta, posisi modus berkendara kami tempatkan pada mode 'Eco'.
Mencoba jalan Bukalaksana a.k.a tanjakan SpongeBob di Lembang, Jawa Barat. Foto: Sena Pratama/kumparan
Metode kedua punya cerita berbeda. Masih pada mode 'Eco', saat dinaiki dua penumpang di dalamnya dan berhenti di tengah tanjakan, mobil enggan menanjak kembali.
ADVERTISEMENT
Pun saat kami mencoba untuk memindahkan pilihan mode ke 'Normal' dan 'Sport', tidak ada perbedaan berarti. Barulah, salah satu dari kami akhirnya turun dari mobil.
Air ev menunjukkan tanda merangkak naik, namun kami rasa itu belum cukup. Akhirnya, kami memutuskan mematikan AC dan mencoba semua pilihan mode berkendaranya.
Hasilnya? Air ev mampu merangkak naik kembali secara pelan-pelan. Namun, hampir mendekati puncak tanjakan, mobil listrik mungil ini enggan melaju kembali.
Musababnya, sistem membaca adanya peningkatan suhu pada baterai alias overheat. Pada situasi tersebut Air ev seperti mematung, tidak bisa maju atau mundur meski tuas transmisi dipindah berkali-kali.
Tetap mencoba cara dengan memindahkan posisi transmisi, akhirnya Air ev dapat merespons. Rem parkir elektrik bisa dipadamkan sehingga kami bisa mundur perlahan hingga ke bawah.
ADVERTISEMENT

Kesimpulan Wuling Air ev menanjak

Mencoba jalan Bukalaksana a.k.a tanjakan SpongeBob di Lembang, Jawa Barat. Foto: Sena Pratama/kumparan
Bila pertanyaan dasarnya adalah apakah Wuling Air ev sanggup melewati tanjakan yang memiliki profil serupa tanjakan SpongeBob? Jawabannya adalah bisa.
Namun, seperti kendaraan lainnya, Air ev tetap butuh penuhi beberapa syarat. Seperti, beban yang dibawa tidak berlebih atau overweight.
Kemudian teknik menanjak, usahakan ambil ancang-ancang yang cukup untuk memberi momentum sebelum mobil akan merangkak naik. Pengalaman kami, Air ev tidak membutuhkan ancang-ancang yang panjang.
Lalu, saat proses menanjak pastikan mobil berjalan terus hingga ke puncak. Ini sangat bisa dilakukan apabila bukaan pedal akselerator tetap dijaga agar tenaga dapat mengisi terus.
Tidak perlu menginjak pedal terlalu dalam, apalagi hingga habis atau sampai mentok. Bila sudah cukup mendapat momentum di bawah sebelum menanjak, maka mobilnya tidak akan sulit mendaki.
ADVERTISEMENT
***