Cuma Masalah Mata Kucing, Yamaha Jepang Recall NMax Produksi Pulogadung

Yamaha Jepang kabarnya akan mengadakan kampanye penarikan kembali atau recall untuk model NMax. Pabrikan bahkan telah melapor kepada departemen transportasi setempat pada 15 September 2020 lalu, demikian seperti mengutip Response.
Yamaha NMax 125, 150, dan 250 buatan Indonesia di negeri matahari terbit itu harus ditarik dari peredaran karena lampu reflektor belakang atau istilah lainnya mata kucing, tidak sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku di sana.
Pabrikan menemukan beberapa reflektor memiliki permukaan yang tidak rata, saat proses pencetakan reflektor. Akibatnya pantulan cahaya dapat tersebar dan tidak sesuai regulasi di Jepang.
Belum ada laporan kecelakaan yang ditimbulkan akibat cacat komponen reflektor tersebut. Selama recall berlangsung, Yamaha akan menggantinya dengan reflektor baru dan dilakukan secara cuma-cuma.
Sebenarnya bukan cuma Yamaha NMax, dalam laporannya ada beberapa model lagi yang harus di-recall, meliputi R25, R3, MT 250, MT320. Jumlah model yang terdampak mencapai 78.230 unit yang diproduksi dari 6 Oktober 2014 hingga 1 April 2019.
Saat ini Yamaha Jepang masih memasarkan NMax generasi pertama. Skutik tersebut mulai dijual di Jepang pada 2018 dengan ragam pilihan kapasitas mesin.
Namun baru-baru ini Yamaha menyegarkan NMax dengan satu warna baru, matte blue pada akhir Agustus lalu. Sehingga melengkapi ragam warna yang disediakan merek tiga garpu tala ini, sebelumnya ada putih metalik dan matte gray.
Spesifikasi dan harga Yamaha NMax di Jepang
Yamaha NMax 155 di Jepang dijual dengan harga 385 ribu yen atau setara dengan Rp 54,5 juta. Sementara di Indonesia, NMax standar kini Rp 29,750 juta dan versi ABS Rp 33,750 juta.
Tidak ada perbedaan spesifikasi, bentuk dan dimensi antara Yamaha NMax komoditas ekspor ke Jepang dan model domestik. Khusus varian 155, sama-sama menggendong mesin 155 cc berpendingin cairan, SOHC yang menjanjikan tenaga 14,7 dk di 8.000 rpm dan torsi 14 Nm di putaran 6.000 rpm.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
