Daihatsu Beberkan Penyebab Pasar LCGC Turun
ยทwaktu baca 2 menit

Penjualan wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler mobil LCGC (Low Cost Green Car) periode Juni kemarin mengalami perlambatan dibanding rentang waktu sebelumnya. Sepanjang bulan ke-6, segmen tersebut mencatatkan angka 7.762 unit.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, hasil tersebut lebih rendah 9,17 persen dibanding Mei yang meraih 8.546 unit. Juga merosot tajam 49 persen jika disandingkan dengan bulan yang sama tahun 2024 (YoY) dengan total 15.252 unit.
Salah satu produsen yang amat mengandalkan segmen LCGC, Daihatsu turut mengamini fenomena tersebut serta membeberkan alasan soal performa penjualan kendaraan harga terjangkau akhir-akhir ini.
"Komposisi (LCGC) tahun lalu periode yang sama 21,5 persen. Tahun ini turun hanya sekitar 18 persen. Jadi ada penurunan," buka Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani ditemui di BSD City.
Sri Agung bilang, ada beberapa faktor yang menyebabkan melemahnya penyerapan pasar terhadap LCGC beberapa bulan terakhir. Salah satunya adalah non-performing loan (NPL) alias kredit macet.
"Penurunan LCGC lebih dipengaruhi daya beli di Indonesia yang belum membaik, kedua mungkin kondisi leasing. NPL belum normal, sehingga syarat pembelian untuk DP (down payment) tidak seperti dahulu lagi," bebernya.
Dirinya menjelaskan, segmen LCGC hingga saat ini banyak merangkul pembeli mobil pertama atau first car buyer, yang mana sebagian besar aktivitas pembeliannya menggunakan skema membayar cicilan atau angsuran pada periode tertentu.
"Apalagi akhir-akhir ini sedang banyak lay off, rata-rata pembeli kita itu balance yang (berprofesi) di sektor formal dan non-formal. Kalau dari sektor formal yang bekerja sekarang tak lagi kerja, sudah dijelaskan beberapa waktu lalu," kata Sri Agung.
Berbicara peta persaingan, segmen LCGC masih dipimpin oleh Daihatsu Sigra yang mana penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) selama Januari-Juni 2025 totalnya mencapai 21.029 unit dan model lainnya seperti Ayla duduk di posisi ke-4 dengan raihan 6.434 unit.
Kendati demikian, Sri Agung tetap optimistis pasar LCGC akan kembali bergairah dalam waktu dekat. Sebab, pembeli kendaraan jenis ini dikatakannya hampir merata di setiap daerah yang mencari produk dengan harga terjangkau.
"Daihatsu fokus pada first car buyer karena kita commit peningkatan motorisasi, bukan second buyer yang additional atau replacement. Jadi motorisasi hanya ada bagi maker yang commit untuk membantu kepemilikan mobil pertama, salah satunya Daihatsu," tandas Sri Agung.
