Daihatsu Buka Suara Soal Distribusi Xenia Nol di April 2025

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Daihatsu perkenalkan Xenia ADS X di GIIAS 2024. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Daihatsu perkenalkan Xenia ADS X di GIIAS 2024. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Daihatsu Xenia tampak tidak ada atau nol di data wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode April 2025.

Marketing dan Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani buka suara terkait hal tersebut.

"Kita tidak ada wholesales di bulan April Xenia, karena kami bulan April itu melakukan pemindahan produksi dari pabrik Sunter ke Karawang Plant 2 yang baru dibuka kemarin," ujar Agung saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (20/5).

Daihatsu Xenia Terbaru di GIIAS 2021. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Kendati distribusi Xenia tercatat nol, ADM kata Agung telah melakukan langkah antisipasi dengan mengirim lebih banyak unit sejak kuartal pertama 2025.

"Untuk memastikan supply kita kepada customer, kami sudah membaginya dari mulai Januari sampai Maret," lanjutnya.

Seperti diketahui, Daihatsu baru saja meresmikan fasilitas Karawang Plant 2. Pabrik ini memproduksi beberapa model seperti Ayla, Agya, dan Wigo khusus untuk pasar ekspor.

Selain itu, mulai April 2025 di fasilitas yang sama juga memproduksi Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza. Sedangkan, model lain seperti Daihatsu Rocky masih diproduksi di fasilitas Karawang Plant 1.

Lebih lanjut, Agung menegaskan bila dalam waktu dekat, KAP 2 belum ada rencana untuk difungsikan untuk memproduksi model baru. Alasannya, pabrikan jenama Jepang ini masih akan fokus kepada model-model yang sudah diproduksi saat ini.

Spesifikasi Daihatsu ADS X yang di pamerkan di GIIAS 2024. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Agung bilang, saat ini total produksi hingga April 2025 Daihatsu sudah membukukan sekitar 124 ribu unit. Dari angka tersebut, 75 persen dialokasikan untuk pasar domestik dan 25 persen sisanya untuk ekspor ke lebih dari 60 negara.

“Yang tahun 2025 ini terbesarnya adalah negara Filipina, Peru dan Meksiko. Harapannya komposisi domestik kan sangat berpengaruh terhadap total production yang dibuat oleh ADM. Semoga Mei market-nya lebih baik dan harapannya tidak turun signifikan," tuntasnya.