Daihatsu Respons Pembatasan Pembelian Pertalite, Berefek ke Penjualan Mobil?

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertamina pastikan stok Pertalite dan Solar aman. Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Pertamina pastikan stok Pertalite dan Solar aman. Foto: Pertamina

Marketing Director and Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani menanggapi perihal wacana pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) Pertamina jenis Pertalite.

Menurutnya, masih terlalu dini untuk melihat besaran dampaknya secara langsung terhadap konsumsi, utamanya pembelian kendaraan baru. Sebab Agung meyakini, jelang hingga akhir bulan depan, respons masyarakat dapat berubah-ubah.

"Kita lihat dulu, amati dulu. Pasti akan ada perubahan perilaku seperti pada tanggal 31 (September) malam, akan ada antrean panjang di SPBU. Itu saya rasa umum responsnya," ujar Agung ditemui di Solo, Jawa Tengah belum lama ini.

Setelahnya, lanjut Agung, umumnya masyarakat Indonesia akan mulai menyesuaikan bila ada perubahan atau pembatasan tertentu sehari atau dua hari sesudah diterapkan. Seperti, mengurangi frekuensi pemakaian kendaraan selama beberapa bulan dan sebagainya.

Ilustrasi SPBU Pertamina. Foto: Shutterstock

"Setelah itu kembali lagi beradaptasi terhadap biaya tersebut," imbuhnya.

Sebagai pabrikan dengan salah satu pangsa pasar terbesar di Indonesia dan mayoritas pembelinya menggunakan skema kredit yang menyasar segmen low entry, Daihatsu seperti yang dijelaskan Agung juga masih belum bisa menjelaskan lebih jauh dampak dari wacana pembatasan Pertalite tersebut terhadap penjualan mobil barunya.

"Saat ini belum ada. Kita lebih fokus ke bagaimana memberi kemudahan mereka cara beli yang disampaikan seperti kreditnya dan sebagainya," pungkasnya.

Rencana pembatasan pembelian Pertalite pada September 2024

Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ke sepeda motor konsumen di SPBU Imam Bonjol, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (24/6/2022). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO

Beberapa waktu lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan aturan pembatasan konsumen BBM Pertalite bakal selesai kurang dari tiga pekan lagi atau sekitar pertengahan September mendatang.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, mengatakan regulasi yang merupakan revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 191 Tahun 2014 tersebut masih diselesaikan.

"Ya kita lagi selesaikan regulasinya," katanya kepada awak media di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (22/8).

Meski dikatakan regulasi tersebut akan terbit tidak lama lagi, tetapi Dadan tidak merinci lebih spesifik, sejauh apa pembahasan beleid tersebut dilakukan dan apakah setelah terbit kemudian pembatasan konsumen Pertalite langsung berlaku.

Petugas SPBU melayani masyarakat dengan mengisi BBM jenis Pertalite. Foto: ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

"Kita lagi finalisasi dari segi regulasinya mungkin dalam 3 mingguan lagi selesai," imbuhnya pekan lalu.

Ditemui terpisah, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan regulasi pembatasan konsumen Pertalite tengah disiapkan oleh Kementerian ESDM yang baru saja mengalami transisi kepemimpinan.

Sementara Menteri ESDM yang baru, Bahlil Lahadalia juga mengkonfirmasi proses pembahasan tersebut. Dirinya bilang sejak menggantikan Arifin Tasrif, butuh waktu transisi di tubuh Kementerian ESDM.

"Ya itu kan sekarang kita lihat Kementerian ESDM perlu menyiapkan untuk itu. Ya ini kan kita lihat baru ada transisi kementerian ESDM. Kita tunggu saja," ucapnya singkat ketika ditemui di St Regis Jakarta, Rabu (21/8).

***