Daihatsu Xenia si Murah Irit, dari Masa Jaya ke Kondisi Sulit

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Daihatsu Xenia Sport di GIIAS 2019 Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Daihatsu Xenia Sport di GIIAS 2019 Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan

'Kemewahan yang Terjangkau' jadi tagline Daihatsu Xenia, pada iklan pertamanya 17 tahun silam. Dan berlanjut membangun citra sebagai mobil irit BBM.

Ini jadi upaya pabrikan asal Jepang goda konsumen Tanah Air. Kala itu bukan saat yang mudah, mengingat Indonesia sedang dalam upaya bangkit kembali, dari keterpurukan pasca reformasi.

Menjadi pelopor segmen baru low MPV, Xenia punya konfigurasi kursi tiga baris, muat 7-penumpang, dikemas dalam tubuh yang kompak.

Daihatsu Xenia generasi pertama Foto: dok. Istimewa

Punya kembaran Avanza, produk ini merupakan proyek berbagi platform pertama, setelah 51 persen saham Daihatsu dicaplok Toyota.

Cukup mengejutkan pasar, banderolnya saja ada di kisaran Rp 60 juta sampai Rp 100 juta. Sontak produk ini melesat jadi andalan.

Metamorfosis Dua generasi

Generasi pertamanya Xenia menggendong mesin bensin 1.000cc dan 1.300cc, dengan pilihan transmisi otomatis dan manual. Beberapa fitur yang diunggulkannya adalah power steering dan takometer.

Daihatsu Xenia generasi kedua Foto: dok. Astra Daihatsu Motor

Pada 2011 Daihatsu menghadirkan metamorfosa kedua Xenia. Tampilan berubah cukup signifikan, dari fascia sampai lekuk tubuh, dan ada double blower.

Saat facelift 2015 mesin 1.3L tersemat teknologi Dual VVT-i. Sementara untuk 1.0L masih VVT-i, sampai akhirnya disuntik mati varian saat LCGC MPV Daihatsu Sigra lahir.

Dan untuk pertama kalinya pada 2019 atau minor change kedua, Daihatsu Xenia punya varian mesin 1.5L. Hadir semakin canggih dengan mengadopsi banyak fitur.

Ya seperti dual SRS airbag dan side impact beam, anti-lock brake system (ABS), electronic brakeforce distribution (EBD), immobilizer dan rear parking camera.

Penjualan Daihatsu Xenia sepanjang 17 tahun, dari 2004 sampai 2020. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO

Masa keemasan sampai seretnya penjualan

Penjualan Daihatsu Xenia pada tahun pertama di 2004, angkanya cuma 22.006 unit saja. Sempat naik di 2005 27.505 unit, tapi merosot lagi pada 2006 23.556 unit.

Ya pada tahun itu, tampaknya Daihatsu hanya cuma menghabiskan stok, karena akan menghadirkan versi facelift. Barulah dari sini, Xenia terus menanjak naik.

Dan pada 2012 Xenia mencapai puncak kejayaan, terjual sampai 73.314 unit. Dan menempati posisi kedua terlaris tak cuma di segmen LMPV tapi total nasional.

Xenia menjadi runner up, mengawal saudaranya Toyota Avanza, dengan penjualan mencapai 190.000-an unit pada saat itu.

Daihatsu Xenia 1.5L terbaru 2019. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO

Bak roda yang berputar, sang tulang punggung harus rela kehilangan masa keemasannya. Eksistensi Xenia memudar, sampai pada 2019 harus kembali lagi di angka 22.000-an unit, seperti di tahun pertamanya 2004 silam.

Makin parah, digempur pandemi COVID-19 penjualannya pada 2020 hanya di angka 9.231 unit.

"Perjalanan 17 tahun bukan hal yang mudah. Kami masih bersyukur Daihatsu Xenia sampai saat ini masih menjadi pilihan masyarakat," ujar Direktur Marketing Amelia Tjandra kepada kumparan, Rabu (3/2).

Daihatsu HYFun di GIIAS 2019 Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Daihatsu Xenia generasi ketiga

Kelahiran Daihatsu Xenia generasi ketiga tentu sudah ditunggu-tunggu masyarakat, untuk mendongkrak lagi eksistensinya. Namun Amelia masih bungkam ketika ditanyakan perihal tersebut.

"Kami belum bisa berbicara terkait hal tersebut," tuturnya.

Bahkan banyak yang bertanya-tanya soal varian hybrid. Mengingat pada 2018 lalu, Daihatsu sempat memamerkan MPV hybrid mereka di GIIAS 2019 lalu Daihatsu HYFun.

Nantikan terus informasi terbaru soal Daihatsu Xenia di kumparan.

collection embed figure