Daimler Ungkap Fenomena 'Orang Kaya' Indonesia Beli Bus Pribadi Saat Pandemi

23 Desember 2021 7:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Bus Tourista terbaru garapan karoseri Laksana yang cocok untuk bepergian bersama keluarga. Foto: dok. Laksana
zoom-in-whitePerbesar
Bus Tourista terbaru garapan karoseri Laksana yang cocok untuk bepergian bersama keluarga. Foto: dok. Laksana
ADVERTISEMENT
Pandemi COVID-19 rupanya melahirkan fenomena unik, seperti di kalangan orang-orang berduit. Ya ada tren di mana mereka mulai melirik untuk beli bus pribadi.
ADVERTISEMENT
Menurut Head of Sales PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI), Faustina, selama masa pandemi COVID-19 ini memang ada beberapa konsumen baik perorangan maupun perusahaan yang memesan bus mewah.
“Betul, di kami pun ada beberapa yang beli buat pribadi, ada juga yang beli pakai nama perusahaan, biasanya itu dipakai buat direksi-direksinya bepergian, baik itu acara keluarga atau urusan pekerjaan,” terang Faustina saat acara Media Gathering Daimler, beberapa waktu lalu.
Bus Tourista terbaru garapan karoseri Laksana yang cocok untuk bepergian bersama keluarga. Foto: dok. Laksana
zoom-in-whitePerbesar
Bus Tourista terbaru garapan karoseri Laksana yang cocok untuk bepergian bersama keluarga. Foto: dok. Laksana
Alasan lainnya, kata Faustina, yaitu faktor keselamatan dan kenyamanan. Lebih lagi, ruas tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, membuat perjalanan jarak jauh jadi lebih cepat.
“Yang pasti mereka merasa lebih aman ya, terus juga sekarang kalau pakai pesawat kan wajib PCR, kalau mereka bepergiannya banyak orangnya kan tentu akan mahal ya. Dan sekarang ini misal mau pergi Jakarta-Bali lewat darat juga sudah cepat karena ada tol,” jelas Faustina.
Bus Tourista terbaru garapan karoseri Laksana yang cocok untuk bepergian bersama keluarga. Foto: dok. Laksana
zoom-in-whitePerbesar
Bus Tourista terbaru garapan karoseri Laksana yang cocok untuk bepergian bersama keluarga. Foto: dok. Laksana

Tetap dilayani meski beli satuan

Kendati hanya membeli satuan, Faustina memastikan pihaknya tetap melayani pembelian tersebut. Hanya saja, sama seperti pembelian borongan, pihaknya hanya menjual dalam bentuk sasis.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Secara jumlah memang sedikit ya, tapi diler kami tetap melayani walau hanya 1 unit. Dari kami itu nanti beli sasisnya lalu untuk bodi dan interior biasanya customer akan langsung ke karoseri. Nanti mereka request sendiri kan maunya seperti apa modelnya. Dalamnya kaya bagaimana, ada apa saja fasilitasnya,” ungkap Faustina.
Bicara soal modelnya, bus Daimler berjenis Mercedes-Benz OH1526 dan OH1626 tetap jadi yang terfavorit. Perawatannya yang mudah dan harga terjangkau jadi beberapa alasannya.
Bus Tourista terbaru garapan karoseri Laksana yang cocok untuk bepergian bersama keluarga. Foto: dok. Laksana
zoom-in-whitePerbesar
Bus Tourista terbaru garapan karoseri Laksana yang cocok untuk bepergian bersama keluarga. Foto: dok. Laksana

Spesifikasi Mercedes-Benz OH1526 dan OH1626

Menyoal spesifikasinya, Mercedes-Benz OH1526 dan OH1626 sama-sam dibekali mesin turbo diesel intercooler 6-silinder berkode OM906LA berkubikasi 6.374 cc. Di atas kertas, mesin itu menjanjikan tenaga 260 dk pada 2.200 rpm dan torsi 950 Nm pada 1.200 hingga 1.600 rpm.
ADVERTISEMENT
Untuk transmisinya ada 2 pilihan, manual 6-percepatan dan otomatik 6-percepatan. Perbedaan yang ada pada keduanya, terletak dari kapasitas angkutnya, pada 1526 memiliki kapasitas angkut maksimal 15 ton, sementara 1626 mampu mengangkut maksimal 16 ton.
Tidak hanya itu, pada OH1626 juga sudah menggunakan platform baru dan dibekali suspensi udara. Sedangkan OH1526 masih pakai platform lama dan suspensi model leafspring atau per daun.
***
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020