Dampak Salah Pilih Panjang Busi, Tarikan Motor Bisa Jadi Brebet

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Busi NGK. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Busi NGK. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Memilih busi untuk mesin kendaraan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan hanya berdasarkan harga atau ketersediaan stok di toko sparepart. Setiap mesin dirancang dengan spesifikasi dimensi busi yang sangat presisi.

Aftermarket Technical Support NGK, Diko Oktaviano, memperingatkan bahwa kesalahan dalam memilih dimensi dan ukuran busi bisa berujung pada kerusakan fatal di bagian dalam mesin. Kerusakan paling parah berisiko terjadi pada komponen sasis internal seperti piston.

Diko membeberkan bahwa penggunaan busi yang terlalu panjang pada ruang bakar pendek akan memicu benturan mekanis yang sangat keras. Bagian ujung busi menonjol berlebihan ke dalam kubah pembakaran.

Ujung elektroda busi motor Honda Vario Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

"Biasanya kesalahan dimensi, contoh busi pendek dipakein busi panjang. Efeknya piston akan tabrakan sama busi," buka Diko kepada kumparan, Selasa (6/10).

Apabila bagian ujung busi menabrak pilar piston saat mesin berputar pada kecepatan tinggi, komponen tersebut bisa pecah seketika. Biaya perbaikan akibat insiden tabrakan komponen ini dipastikan membengkak karena memerlukan proses bongkar mesin total (overhaul).

Diko menambahkan bahwa dampak sebaliknya juga tidak kalah merugikan bagi performa mesin. Penggunaan busi berulir pendek pada dudukan bertipe panjang membuat posisi titik percikan api menjadi tidak ideal.

"Kalau sebaliknya busi panjang dipakein busi pendek, pengapian enggak sesuai pada titiknya sehingga percikan listrik enggak maksimal mesin brebet," tutur Diko menjelaskan dampak pengapian yang tertahan.

Busi Motor Kawasaki W175 Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Percikan api yang tersembunyi di dalam lubang ulir gagal menyulut campuran udara dan bahan bakar secara cepat. Akibatnya, mesin akan sering mengalami gejala mis-fire serta kehilangan daya dorong saat kendaraan diberi beban berat.

Selain masalah panjang ulir, ukuran diameter ulir busi yang ditekan paksa masuk ke lubang yang tidak sesuai juga berisiko merusak drat pada blok silinder. Kerusakan drat blok silinder membutuhkan proses perbaikan rumit yang memakan waktu lama di bengkel bubut.

Oleh karena itu, konsumen wajib memeriksa kode spesifikasi busi yang tertera pada buku manual kendaraan sebelum melakukan pembelian. Memastikan dimensi busi terpasang secara tepat adalah perlindungan terbaik untuk menjaga komponen piston tetap aman.

Ilustrasi membuka busi mobil Foto: dok Istimewa

Pemilihan dimensi busi wajib mengacu pada rekomendasi pabrikan agar seluruh sistem pengapian berjalan presisi. Langkah ini menghindarkan mesin dari kerusakan struktur internal yang berbiaya mahal.

"Imbasnya, pengapian enggak sesuai pada titiknya sehingga percikan listrik tidak maksimal mesin brebet," pungkas Diko.