Dapat Potensial Investor, Neta Disebut Bakal Lanjut Produksi di China

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor Neta di China. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Neta di China. Foto: Shutterstock

Kabar terbaru dari proses restrukturisasi Neta Auto. Pabrikan disebut telah melanjutkan pembayaran gaji penuh untuk karyawan di pabriknya di Tongxiang, China. Ini menandai langkah perusahaan memulai kembali operasionalnya.

Disitat Paultan, Hozon New Energy sebagai perusahaan induk Neta Auto telah merilis pengumuman publik pada 4 Agustus untuk mencari investor strategis yang bersedia berpartisipasi, melalui kanal pra-registrasi sebulan lalu di platfrom penjualan aset Alibaba.

Dilaporkan sebanyak 47 entitas telah mengajukan minat dan diminta untuk menyerahkan deposit sebesar 50 juta yuan atau berkisar Rp 114,1 miliar paling lambat 15 September untuk menggambarkan keseriusan pemodal tersebut.

Sebelumnya Neta Auto tengah dirundung masalah keuangan meliputi arus kas berbulan-bulan dan gaji karyawan yang belum dibayar sejak November 2024. Salah satu faktor penyebab PHK besar-besaran hingga berakibat pengurangan tenaga kerja hampir separuhnya.

Aktivitas di salah satu pabrik mobil listrik Neta Auto di Tongxiang, China. Foto: Sena Pratama/kumparan

Sebelumnya, perusahaan rintisan itu digugat oleh kreditur karena gagal membayar pinjaman yang nilainya mencapai 5,3 juta yuan atau setara dengan USD 730 ribu dan tambahan kewajiban 10 miliar yuan atau USD 1,4 miliar.

Situasi merek yang berfokus pada mobil listrik itu di negara asalnya sendiri juga terbilang buruk. Sejumlah jaringan penjualan dikatakan telah tutup dan penutupan kantor pusatnya yang terletak di Shanghai.

Itu diketahui setelah salah seorang netizen di China telah mengunggah visual yang memperlihatkan aktivitas orang-orang tengah melucuti logo dan papan nama di kantor pusat Neta Auto Shanghai. Menyisakan bekas samar di fasad gedung.

Laporan Car News China, pihak Neta membenarkan pelepasan tersebut dengan alasan masa sewa yang telah habis bulan lalu. Namun, kala itu mereka belum mengungkapkan lokasi kantor baru yang akan digunakan.

Aktivitas di salah satu pabrik mobil listrik Neta Auto di Tongxiang, China. Foto: Sena Pratama/kumparan

Restrukturisasi ini melibatkan sejumlah langkah penting. Di antaranya adalah masuknya tim investasi strategis dan penunjukan CEO baru yang berasal dari kalangan eksekutif otomotif global.

Sementara, pendanaan dari investor industri ini nantinya bakal digunakan untuk memulihkan lini produksi, mempercepat riset dan pengembangan, serta memperluas jangkauan pasar internasional.

Tim profesional juga telah ditunjuk guna memimpin proses restrukturisasi ini demi memastikan prosedur yang adil dan legal. Fokus utamanya diarahkan pada penyelesaian utang rantai pasokan dan layanan purna jual, sambil meminimalisasi kerugian seluruh pihak terkait.

PT NETA Auto Indonesia meresmikan diler pertama di Kelapa Gading, Jakarta Utara (9/11). Foto: NETA AUTO

Kendati demikian, aktivitas bisnis anak perusahaan Hozon New Energy seperti Neta Auto Thailand, Neta Auto Brasil, termasuk Neta Auto Indonesia disebut tetap berjalan normal. Ketiganya dikatakan terus menjalin kerja sama erat dengan NETA Auto Overseas.

Gunanya memastikan seluruh tahapan proses berjalan secara tertib, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, perusahaan juga berkomitmen menjaga komunikasi yang terbuka dan tepat waktu dengan seluruh anak perusahaan dan mitra terkait.

Pabrikan menegaskan, bahwa subjek restrukturisasi itu hanya mencakup Hozon New Energy Automobile Co., Ltd dan tidak mencakup anak perusahaan luar negeri maupun kegiatan kerja sama internasional yang dijalankan di bawah merek Neta.

Aktivitas bisnis yang dimaksud tetap berlangsung seperti biasa adalah meliputi kegiatan produksi kendaraan, layanan purna jual, hingga jaminan ketersediaan suku cadang untuk mobil listrik Neta milik pelanggan di seluruh dunia.