Dari Coba-coba hingga Ekspor ke Eropa, Cerita Oops Ciptakan Mini Figure Mendunia

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Oops, pemilik workshop Skillo Saparapart. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Oops, pemilik workshop Skillo Saparapart. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Dunia otomotif tak sebatas soal kendaraan, namun juga menjadi wadah penyalur kreativitas. Salah satunya dilakoni oleh Oops (dibaca: o-ops), pemilik workshop Skillo Saparapart di daerah Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ia mengawali bisnis ini sejak 2017. Berangkat dari hobi dan ketertarikannya di dunia otomotif, khususnya roda dua. Kemudian, ide liar muncul kala ia menjalani bisnis busana.

”Awal dari tahun 2017 akhir. Suka main motor, terus punya brand baju clothing juga, cuma karena memang bikin baju dan celana itu sudah lama, kemudian bosan,” buka Oops saat dijumpai di workshopnya, Sabtu (14/2/2026).

Hasil mini figure karya workshop Skillo Saparapart di Garut, Jawa Barat. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Ia pun menjalankan ide itu. Berawal dari helm sebagai peranti wajib pengguna sepeda motor, Oops ingin mengubahnya dalam skala ukuran yang lebih kecil.

”Saya ambil kesimpulan dari anak-anak motor, semuanya pakai helm. Gimana caranya helm yang besar itu dibikin kecil, dibikin aksesori untuk jadi identitas rider gitu,” sambungnya.

Rupanya, umpan disambut cepat. Berawal dari iseng berujung lanjut hingga dikenal luas. Bukan hanya di kalangan bikers, tapi juga dipercaya oleh merek-merek ternama untuk bekerja sama.

Bahkan, bukan dari konsumen lokal saja, tapi juga memikat pasar mancanegara. Skillo telah melakukan ekspor ke sejumlah negara, meliputi Malaysia, Korea, Jepang, hingga Eropa.

Hasil mini figure karya workshop Skillo Saparapart di Garut, Jawa Barat. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

”Kalau ekspor kita sudah ke Asia. Korea, Malaysia, China, Jepang, Taiwan. Tapi baru-baru ini di 2025 akhir kita ngirim ke Brazil juga. Kalau ke Eropa baru beberapa kali, kebanyakan ekspornya ke Asia,” jelasnya.

Produk yang dijajakan pun beragam, meliputi mini figure, tire valve cap (pentil ban), hingga gantungan kunci. Namun, Oops mengatakan bahwa mini figure menjadi yang paling laris.

Jika diperhatikan, hampir seluruh produk Skillo merupakan sebuah tengkorak yang menggunakan helm. Bukan sekadar pilihan figur biasa, ada arti filosofi khusus di dalamnya.

”Karena tengkorak itu jujur. Mau pakai baju atau helm apapun dia akan tetap jadi tengkorak,” pungkasnya.

Hasil mini figure karya workshop Skillo Saparapart di Garut, Jawa Barat. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Proses produksinya pun bukan sebentar. Saat ini, Skillo melakukan produksi menggunakan 3D printing untuk menciptakan mock-up dasar. Kemudian diproses hingga menjadi produk yang siap diterima konsumen.

Mayoritas konsumen Skillo berasal dari perusahaan, alias business to business (B2B). Sehingga, seringkali workshop yang sudah beroperasi 9 tahun ini memproduksi dalam partai besar.

Kunjungan ke Skillo Saparapart jadi salah satu etape dalam rangkaian Yamaha Classy Fun Day 2026, yakni agenda city tour dari Bandung-Garut-Bandung bersama skutik Classy Yamaha, Fazzio dan Grand Filano.

Skillo menjadi representasi semangat eksplorasi. Sama seperti dua model Yamaha itu yang seolah menjadi kanvas kosong untuk menuangkan kreativitas, khususnya soal modifikasi bergaya kalcer yang tengah tren.