Datsun Menyerah Lagi

24 April 2022 15:04 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Datsun GO+ Panca CVT Foto: dok. Datsun Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Datsun GO+ Panca CVT Foto: dok. Datsun Indonesia
ADVERTISEMENT
Nissan resmi mengumumkan penghentian produksi kendaraan merek Datsun di India, ini sekaligus menandakan berakhirnya eksistensi brand Datsun di kancah otomotif dunia.
ADVERTISEMENT
Mengutip dari carscoops, pabriknya di Chennai, India menjadi tempat produksi terakhir kendaraan Datsun setelah pabrik lainnya seperti di Rusia dan Indonesia sudah ditutup sejak tahun 2020 lalu.
Kematian jenama asal Jepang tersebut memang telah diprediksi cukup lama, apalagi sejak kasus yang terjadi di dalam internal Nissan Global menyusul skandal mantan CEO Nissan, Carlos Ghosn pada medio tahun 2019 lalu.
Meski begitu, Nissan India tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan penuh kepada konsumen Datsun dengan menjamin ketersediaan suku cadang, layanan purna jual, hingga masa garansi yang berlaku di setiap jaringan diler mereka di India.

Berakhirnya Datsun sebagai brand ekonomis

Datsun GO Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan
Kiprah brand Datsun mulai dikenal saat mereka melakukan ekspor kendaraan-kendaraan buatan Nissan pada tahun 1939 dan 1986. Setelah hiatus selama 30 tahun lebih, Nissan kembali menghidupkan Datsun pada tahun 2012.
ADVERTISEMENT
Diposisikan sebagai jenama yang menjual kendaraan dengan harga hemat, Nissan berusaha mengokupasi pasar yang lebih luas, selain dari mereka sendiri dan merk premium seperti Infiniti. Sebagai perbandingan, Nissan berupaya mengikuti jejak Renault dengan sub-brand Dacia yang sukses di beberapa negara Eropa.
Go Supermini sebagai perkenalan awal pada tahun 2013, kemudian dilanjutkan dengan Go+ yang menawarkan konfigurasi tujuh tempat duduk setahun setelahnya, keduanya dibangun di atas platform Nissan Micra.
Meski mobil-mobil mereka ditawarkan dengan harga yang sangat bersaing, nyatanya hal tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap penjualan mobil mereka. Kualitas buatan interior dan eksterior, fitur minim, dan tingkat keselamatan rendah, jadi faktor penyebabnya.
Datsun Cross Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan
Datsun tidak menyerah, pada tahun 2016 mereka mencoba untuk naik tingkat dengan meluncurkan Redi-Go di India atau di Indonesia melakukan berbagai penyegaran pada produk Go dan Go + serta meluncurkan Datsun Cross.
ADVERTISEMENT
Namun apa daya, berbagai upaya yang dilakukan tersebut juga tidak berbuah manis. Pada akhirnya, tahun 2020 Datsun juga resmi pamit di Indonesia, ditandai dengan berhentinya produksi di pabrik mereka di Indonesia.
Di pasar Rusia, Datsun punya dua produk andalan yakni On-DO sedan dan Mi-DO hatchback mengambil basis dari Lada Granta dan Lada Kalina, yang mulai dipasarkan tahun 2014. Sama seperti di negara lainnya, penjualan mereka di negeri beruang merah tersebut juga jauh dari kata baik.
Apalagi sejak krisis sanksi dari Barat yang dijatuhkan kepada Rusia akibat konflik dengan salah satu wilayah yakni Krimea di Ukraina.
Pun juga, satu mobil yang digadang sebagai pengubah wajah Datsun akhirnya harus berakhir di bawah naungan brand Nissan yang saat ini kita kenal dengan Nissan Magnite.
ADVERTISEMENT
***