DCVI Soal Marak Impor Truk China: Kami Fokus Dukung Industri Lokal

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Truk Mercedes-Benz Axor 2528 CX di Construction and Mining Indonesia 2025, Rabu (10/9/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Truk Mercedes-Benz Axor 2528 CX di Construction and Mining Indonesia 2025, Rabu (10/9/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Laporan Badan Pusat Statistik Ekspor Impor Tahun 2024 mencatat aktivitas impor truk secara Completely Built Up (CBU) dari China ke sejumah pertambangan di Indonesia telah mencapai ribuan unit. Beberapa di antaranya dikirim ke fasilitas produksi nikel di Morowali, Weda, dan Pulau Obi.

Data tersebut tercantum pada kode HS 8704369 yang merujuk pada kelompok kendaraan bermotor selain pendingin, pengumpul sampah, tanker, lapis baja, hooklift, dumper untuk pengangkutan barang hanya dengan mesin diesel atau semi diesel dengan Gross Vehicle Weight (GVW) kurang dari 24 ton, dan kurang dari sama dengan 45 ton dan bukan CKD (Completely Knocked Down).

Namun, jumlahnya sulit dilacak, lantaran tak terdaftar di data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

kumparan post embed
Truk Mercedes-Benz 2528 R M-Cab di Construction and Mining Indonesia 2025, Rabu (10/9/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Menanggapi hal ini, Presiden Direktur PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI), Naeem Hassim mengatakan, proses penyelesaian masalah ini lebih baik dilakukan melalui Gaikindo dan Kementerian Perindustrian.

”Satu-satunya cara kita menyelesaikan masalah ini adalah melalui Gaikindo. Saya rasa kita sedang mengerjakan ini melalui Gaikindo. Bersama Kementerian Perindustrian, sudah dilakukan juga beberapa pertemuan, tapi saya belum tahu hasil akhirnya,” ungkap Naeem menjawab pertanyaan kumparan di pameran Construction and Mining Indonesia 2025, Rabu (10/9/2025).

Naeem menambahkan, ia tidak mengeluhkan hal ini dan menganggap kompetisi ini sehat. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Gaikindo dan Kementerian Perindustrian guna menghasilkan solusi terbaik.

Komitmen lokalisasi

Pabrik truk dan bus Daimler Commercial Vehicle Manufacturing Indonesia di Cikarang. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Lebih lanjut, Head of Product and Marketing PT DCVI, Faustina menyebutkan bahwa perusahaannya memiliki strategi dalam berkompetisi di pasar. Utamanya dengan mendongkrak industri lokal melalui perakitan mandiri di Indonesia.

”Itu kendaraan CBU (Completely Built Up). Sedangkan, kalau dari kacamata kami, kami punya pabrik di sini,” buka Faustina di kesempatan yang sama.

Saat ini, PT DCVI memiliki basis manufaktur di fasilitas PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing (DCVMI) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Sejumlah produk meliputi bus dan truk akan mulai diproduksi di pabrik ini secara Completely Knocked Down (CKD).

Pabrik truk dan bus Daimler Commercial Vehicle Manufacturing Indonesia di Cikarang. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Menurut Faustina, proses lokalisasi tersebut mampu melibatkan banyak produsen lokal, baik untuk komponen kendaraan, maupun dari industri karoseri.

”Saat kita membangun satu truk atau satu bus, berapa banyak vendor yang gabung sama kita? Kemudian, berapa banyak karoseri lokal dari jok, bodi, dan semua hal yang masuk ke sini. Artinya, kita menghidupkan pemain lokal,” jelasnya.

Aktivitas produksi lokal jelas memberi pengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja hingga multiplier effect yang meluas. Faustina menyebut, apabila lebih banyak produsen yang melakukan lokalisasi, maka akan lebih baik untuk jangka panjang.

”Kami tidak bilang impor langsung tidak baik. Tetapi, jika semuanya dilakukan dengan fair dan melihat bahwa sebenarnya banyak kapasitas lokal yang sudah mempunyai pabrik, mungkin (bisa) digunakan,” tandasnya.

Gelombang PHK

Adapun dampak truk impor telah dirasakan langsung oleh industri penyuplai komponen. Sekretaris Jenderal GIAMM, Rachmad Basuki menyampaikan, terdapat satu produsen rantai pasok dump truck yang memangkas hingga 50 persen karyawannya, meski ia tidak menyebut secara spesifik perusahaannya. Sementara, kisaran PHK yang dilakukan produsen lain mencapai 23 persen.

”Angkanya (PHK) saya tidak tahu pasti, karena banyak anggota yang tidak melapor, beberapa anggota yang info ke kita, range-nya berkisar 3 sampai 23 persen. Bahkan ada anggota yang supply komponen dump truck sudah pengurangan karyawan 50 persen,” buka Rachmad kepada kumparan, Rabu (27/8/2025).

kumparan post embed

Respons Menperin

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita buka suara soal isu gelombang PHK yang melanda industri komponen pendukung. Pihaknya telah meminta investor untuk tidak hanya meningkatkan investasi, tetapi juga memperluas produksi di Indonesia.

“Saya ini kan setiap datang ke negara-negara lain sebagai prinsipal (investor). Saya juga minta kepada mereka selalu komitmen mereka untuk memperluas pasar otomotif dari Indonesia,” tuturnya di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025).

kumparan post embed