Demam Pemakaian Ban Dua Alam untuk Motor, Apa Untungnya?

4 Oktober 2018 7:39
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Modifikasi paduan Japstyle dan Scrambler (Foto: dok. Central Classic Custom)
zoom-in-whitePerbesar
Modifikasi paduan Japstyle dan Scrambler (Foto: dok. Central Classic Custom)
ADVERTISEMENT
Tidak sedikit pemilik sepeda motor yang memodifikasi tunggangannya sesuai karakter dan kebutuhan. Mulai dari modifikasi ringan mengganti ban atau lampu, hingga kustomisasi ekstrem yang mengubah kapasitas mesin dan utilitas sepeda motor.
ADVERTISEMENT
Khusus ban, modifikasi penggunaan ban dual purpose sedang menjadi tren yang digandrungi sejumlah pemilik motor. Hal ini diperkuat pernyataan Aldrin, penggawa Rumah Ban Motor, toko ban yang menjual berbagai jenis ban motor dari yang diproduksi lokal hingga impor di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
"Ban dual purpose memang naik daun, itu sih 2 tahun terakhir karena segmen kustom sebenarnya yang memulainya. Sama kehadiran motor adventure kaya BMW GS atau KTM mulai masuk kemari, mulai banyak penggunanya," buka Aldrin saat ditemui kumparanOTO, Rabu (3/10).
Menurutnya, terjadi pergeseran selera segmen motor yang tadinya mengejar gaya 'racing look' menjadi motor touring. Ban dual purpose cocok digunakan pada segala kebutuhan dan segmen, seperti motor matik, bebek, skutik bongsor maupun sport 150 cc. Apalagi bila menemui jalan yang rusak, ban dual purpose siap diandalkan.
Ilustrasi kembangan ban dual purpose  (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kembangan ban dual purpose (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
"Tipikal di Indonesia itu lebih suka touring sekarang dibanding racing, orang-orang yang hobi jalan beli atau bikin motor touring jadi jaga-jaga kalau keluar daerah ada jalan yang enggak mulus atau masih hancur, ngejar traksinya pakai ban dual purpose," jelasnya lagi.
Ilustrasi kembangan ban dual purpose  (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kembangan ban dual purpose (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
Berdasarkan beberapa laman pabrikan ban dual purpose di Indonesia, sesuai namanya, ban tipe ini memiliki kemampuan daya cengkeram yang sangat baik pada permukaan jalan yang kering hingga basah yang menggenang sekalipun. Ini berkat kompon ban tersebut yang dibuat sedemikian rupa hingga akhirnya menjanjikan stabilitas saat melintasi jalanan berpasir, tanah, atau berlumpur.
Ban dual purpose Heidenau (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
zoom-in-whitePerbesar
Ban dual purpose Heidenau (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
Dari fisiknya, umumnya ban dual purpose memiliki profil yang tinggi guna mendongkrak ketinggian motor. Selain itu, tapak ban juga didesain memiliki kembangan yang banyak, dan mengotak beraturan sehingga celahnya lebih lebar dan lebih dalam guna meningkatkan traksi selain di permukaan jalan yang mulus.
ADVERTISEMENT
Lewat kemampuannya yang ganda, ban ini pun dijual agak tinggi dibanding ban umumnya yang sering dibeli pemotor. Ban dual purpose pabrikan lokal bisa dijual mulai dari Rp 190 hingga 400 ribuan, sementara untuk ban impor diniagakan mulai dari Rp 1,2 juta tergantung merek dan ukuran.
Contoh ban dual purpose  (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
zoom-in-whitePerbesar
Contoh ban dual purpose (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
Kemudian bicara ukuran ban, motor yang memiliki velg dengan ukuran 10 inci pun sudah dapat mengaplikasikan ban dual purpose. "Sekarang hampir merata yang dari ring 10 sebenarnya sudah ada, terus 12, 13, 14, 17, 18, 19, sampai 21 tentunya beragam. Tiap pabrikan paling tidak punya satu atau dua tipe ban dual purpose," imbuh Aldrin.
"Biasanya model naked 150 cc sih yang ubah motornya ban ke dual purpose. Banyak juga motor kustom pakai ban itu kaya Corsa, Swallow, Pirelli, Heidenau, Metzeler itu biar tampilannya gahar," terangnya.
Modifikasi All New Honda CB 150 Verza (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Modifikasi All New Honda CB 150 Verza (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020