Denso Cari Peluang di Layanan Ridesharing

Produsen komponen kendaraan konvesional mulai mempersiapkan diri untuk beralih ke kendaraan listrik. Beberapa waktu lalu, NGK, yang merupakan produsen busi dan sensor kendaraan menyatakan keinginannya untuk menciptakan baterai solid-state.
Kali ini, Denso Corporation juga melihat bahwa bisnis mereka akan ketinggalan bila tidak beradaptasi. Bukan ke komponen inti kendaraan listrik -- baterai atau motor listrik--, mereka menanamkan sahamnya ke platform operasi untuk jaringan ride-sharing, yang berbasis di San Fransisco, Amerika Serikat, Ridecell.
Sebagai anak perusahaan Toyota, untuk investasi ini Denso berafiliasi dengan Toyota Motor Corp yang memegang sekitar 24% saham di perusahaan pemasok Ridecell.
Dilansir Autonews, alasan Denso berinvestasi ke Ridecell karena platform itu tumbuh sangat cepat. Director of Corporate Ventures Denso Tony Cannestra mengatakan, “Denso meyakini jika Ridecell mampu menyediakan teknologi dasar yang dapat mendukung mobilitas transportasi di masa depan."

“Pemimpin industri dan startup yang sudah berkembang serta mapan, juga perlu bekerja sama untuk menghasilkan produk dan solusi yang dapat menyukseskan transportasi masa yang akan datang,” tambahnya.
Sementara itu, Ridecell tengah merancang platform pihak ketiga untuk sejumlah perusahaan yang ingin menjalankan bisnis car-sharing, termasuk BMW, Skoda, dan AAA.
Masuknya Denso ke Ridecell tentu saja membuka potensi baru di industri otomotif masa depan. Seperti halnya mobil konvensional, mereka menyediakan komponen AC, mesin, kluster instrumen, hingga bus dengan meraup sekitar 36,2 miliar pada tahun 2016. Denso sendiri fokus untuk mencari peluang di ranah autonomos, mobil terhubung, serta keamanan siber.
“Ridecell dan Denso saling berbagi visi dan solusi untuk menciptakan mobilitas yang aman, efisisen dan berkelanjutan di masa yang akan datang,” kata CEO Ridecell, Trivedi.
