Deretan Teknologi Mobilitas Canggih dari Bosch, ADAS hingga eAxle
·waktu baca 2 menit

Pada pameran Mobility Live Indonesia 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Bosch Indonesia menghadirkan rangkaian teknologi mobilitas cerdas, termasuk kebutuhan kendaraan elektrifikasi.
Ragam teknologi tersebut meliputi Advanced Driver Assistance System (ADAS), energi, motion, dan layanan (service). Senior Sales Manager Power Solutions Bosch Indonesia, Reynold Rumambi, mengatakan bahwa Bosch sebagai perusahaan teknologi memperhatikan kualitas berkendara dan lalu lintas di Indonesia.
“Bosch sangat mendukung keamanan berkendara di jalanan dengan support dari ADAS dan berbagai assistance driving lainnya. Kami juga sangat mendukung elektrifikasi dengan berbagai support konektivitasnya, apalagi akhir-akhir ini trennya membaik,” buka Reynold di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (6/11/2025).
Salah satu yang menjadi unggulan dari Bosch adalah sistem ADAS dengan mengintegrasikan multi purpose cameras, sensor ultrasonik, dan sensor radar menggunakan sistem komputasi lintas domain.
Gabungan teknologi tersebut bekerja secara paralel untuk mendeteksi hambatan, memantau kondisi lingkungan sekitar, serta memberikan sinyal ke komputer untuk mengambil tindakan real time. Sehingga, bisa mengurangi potensi kecelakaan.
Kemudian, Bosch turut menampilkan perangkat yang disinyalir akan populer di masa depan, yakni eAxle dan engine cooling fan. eAxle bekerja dengan menggabungkan motor penggerak, sistem elektronik, serta transmisi menjadi satu komponen. Alhasil mampu menciptakan efisiensi maksimal dan mengurangi power loss pada kendaraan listrik atau battery electric vehicle (BEV).
Berkaitan dengan komponen elektrifikasi tersebut, Reynold mengaku bahwa pihaknya telah menyuplai untuk kebutuhan pabrikan mobil dalam skala besar, termasuk agen pemegang merek (APM) mobil listrik yang saat ini tengah gencar di pasar Indonesia.
“Bosch itu termasuk pionir di dunia EV. Jadi, dalam rasio penggunaannya saya bisa bilang cukup signifikan. Kita (saat ini) dalam kerja sama dengan OEM-OEM yang ada, baik itu dengan (APM EV) yang sangat agresif di Indonesia,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Bosch sekaligus memperkenalkan emergency brake support generasi terbaru yang dapat mendeteksi bahaya di sekitar kendaraan untuk melakukan intervensi rem secara lebih cekatan.
Selain itu, ada juga Battery in Cloud yang bisa digunakan oleh para pengguna mobil listrik untuk memantau kondisi baterai secara real time. Sehingga, pengguna bisa memprediksi aktivitas baterai guna menghindari kerusakan atau masalah secara mendadak.
Adapun teknologi RideCare sebagai layanan yang menghubungkan kendaraan dengan sistem diagnostik jarak jauh. Alat ini cocok untuk memantau kendaraan perusahaan atau unit rental dengan terus memperhatikan aktivitas kendaraan tersebut.
Sebagai catatan, deretan perangkat dari Bosch ini ditujukan untuk keperluan Business-to-Business (B2B). Artinya tidak bisa dibeli secara retail atau kebutuhan mobil perseorangan.
