Dijual Rp 60 Jutaan, Ini Penyakit Suzuki Grand Vitara Bekas dan Cara Atasinya

19 Januari 2021 18:24
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suzuki Grand Vitara bekas di bursa mobil bekas Suzuki Auto Value. Foto: dok. Suzuki Auto Value
zoom-in-whitePerbesar
Suzuki Grand Vitara bekas di bursa mobil bekas Suzuki Auto Value. Foto: dok. Suzuki Auto Value
Suzuki Grand Vitara menjadi salah satu pilihan SUV medium di Indonesia. Namun kini modelnya tak lagi dipasarkan Suzuki Indomobil Sales (SIS) sejak 2018 lantaran kalah pamor dengan SUV di kelasnya, sebut saja Honda CR-V.
Grand Vitara secara keseluruhan membawa sejumlah pembaruan dan desain yang lebih mewah serta elegan, dari generasi terdahulunya, Vitara maupun Escudo.
Suzuki Grand Vitara. dok. Wikimedia
zoom-in-whitePerbesar
Suzuki Grand Vitara. dok. Wikimedia
SUV monokok tersebut mengaspal di Indonesia pertama kali 2006 silam. Saat itu pilihan mesinnya berupa 2.000 cc. Tiga tahun kemudian, versi 2.400 cc meluncur.
Terakhir versi facelift kecil-kecilan dihadirkan Suzuki pada 2012 lalu supaya Grand Vitara bisa kompetitif. Pada bagian lampu diberi aksen hitam supaya mengekspos sistem pencahayaan yang berupa proyektor.
Saat ini Suzuki Grand Vitara bekas dilego mulai dari Rp 60 jutaan untuk lansiran 2006. Paling gress ada di harga Rp 140 jutaan di beberapa platform jual beli mobil bekas.
Suzuki Grand Vitara. dok Wikimedia
zoom-in-whitePerbesar
Suzuki Grand Vitara. dok Wikimedia
Tentu bisa jadi pilihan menarik SUV asli buatan pabrik Suzuki di Jepang (khusus 2.400 cc), yang punya model timeless bahkan cocok dijadikan mobil andalan pada 2021 ini.
Namun demikian, pahami dulu ragam penyakit umum yang kerap ditemui pada Suzuki Grand Vitara, biar tidak menyesal di kemudian hari. Berikut ini ulasan kumparan bersama Wahri, pemilik bengkel spesialis Ari Motor yang buka workshop di BSD Autoparts, Tangerang.
Suzuki Grand Vitara Foto: dok. wikimedia
zoom-in-whitePerbesar
Suzuki Grand Vitara Foto: dok. wikimedia

Shockbreaker Suzuki Grand Vitara cepat oblak

Pertama adalah kaki-kaki Grand Vitara yang dinilai tidak memiliki durabilitas yang baik. Ujar Wahri, profil suspensi Grand Vitara terlalu empuk sehingga membuat seal rusak dan mengalami kebocoran.
"Untuk itu solusinya jangan pakai shock ori bawaan Suzuki karena lebih cepat oblak, asnya bocor. Mending ganti pakai Kayaba sekalian," ujarnya kepada kumparan, Selasa (19/1).
Ari Motor, bengkel spesialis Suzuki di pinggiran Jakarta. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ari Motor, bengkel spesialis Suzuki di pinggiran Jakarta. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Mesin gampang overheat

Kemudian pahami juga bila mesin Grand Vitara ternyata mudah overheat. Keluhan ini kerap Wahri temukan pada pemilik SUV berpenggerak roda belakang itu.
Masalah tersebut bermuara dari sistem pendinginan mesin yang mengalami kegagalan fungsi. Maka dari itu, teliti lagi bagian saluran pendinginan mesin sebelum memboyongnya. Perhatikan pula indikator temperatur ketika mesin dinyalakan.
Suzuki Grand Vitara. dok. Suzuki
zoom-in-whitePerbesar
Suzuki Grand Vitara. dok. Suzuki
"Biasanya sirkulasi airnya ada yang bocor, motor fan juga rusak, intinya jangan sampai ngalamin overheat, karena rata-rata yang kena silinder head-nya melengkung enggak dapat pendinginan, akibatnya kompresi bocor, tenaganya berkurang" imbuhnya.