Distribusi Terpantau Menipis, Suzuki Ertiga di Ujung Tanduk?
·waktu baca 3 menit

Nasib Low MPV (LMPV) Suzuki Ertiga menimbulkan tanda tanya, lantaran ia memiliki data penjualan wholesales alias distribusi dari pabrik ke diler yang terbilang minim.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Oktober 2025, Ertiga mencatatkan penjualan wholesales 53 unit saja. Sedikit naik dari September sebanyak 49 unit, namun anjlok 87,5 persen dari Oktober 2024 dengan torehan 424 unit.
4W Sales & Marketing Managing Director PT SIS, Donny Saputra mengatakan, saat ini Suzuki di Indonesia fokus terhadap pasar SUV. Tercermin dari serangkaian produk baru Suzuki sepanjang 2025 merupakan model bernuansa SUV.
”Tahun ini secara konsep, kami adalah di SUV. Makanya di bulan Mei kami meluncurkan model baru Fronx, di bulan Juli kami meluncurkan XL7 Kuro, dan di akhir tahun bulan November ini kami luncurkan Grand Vitara,” buka Donny saat ditemui di Tangerang belum lama ini.
Strategi menghadirkan ragam produk SUV merupakan langkah Suzuki dalam menyesuaikan minat pasar. Saat ini, konsumen memiliki kecenderungan untuk memilih model bergaya SUV daripada MPV.
”Ketertarikan market terhadap model SUV ini sedang naik. Maka, kami berusaha untuk melakukan fokus pemasaran melalui model SUV. Jadi sesuai dengan tren, kami sesuaikan apa yang kami tawarkan,” lanjutnya.
Berkaitan dengan ini, Suzuki Ertiga sejatinya memiliki versi SUV-nya, yakni Suzuki XL7 dengan menggunakan basis serupa. Sesuai tren yang sedang bergulir, penjualan XL7 surplus dibandingkan Ertiga.
Data Gaikindo mencatat, pada bulan Oktober 2025, XL7 membukukan penjualan wholesales sebanyak 882 unit, jauh berbeda dengan Ertiga di angka 53 unit. Sementara itu, periode Januari-Oktober 2025, XL7 mencatatkan 6.470 unit, terpaut signifikan dari Ertiga sejumlah 1.720 unit.
“Untuk Ertiga dan XL7 saat ini kita fokus ke SUV, jadi lebih ke arah XL7. Sehingga, karena masyarakat lebih condong ke XL7, maka fokus penjualan kami ke XL7,’ jelasnya.
”Tapi bukan berarti kami tinggal Ertiga, kami tetap melayani kebutuhan pelanggan terhadap Ertiga,” tandas Donny.
Sekilas Suzuki Ertiga
Suzuki Ertiga yang dipasarkan saat ini merupakan generasi kedua yang meluncur pada 2018 silam. Ia dibangun menggunakan platform HEARTECT dengan mesin K15B berkubikasi 1.462 cc 4-silinder VVT yang dikombinasikan sistem mild-hybrid bertajuk Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).
Dapur pacu tersebut mampu memproduksi tenaga 103,2 dk dan torsi 138 Nm, kemudian disalurkan ke dua roda depan melalui transmisi manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan.
Saat ini, Suzuki Ertiga dipasarkan dalam empat varian. Mulai dari tipe GA, GL, GX, hingga Cruise. Berikut daftar lengkapnya dalam on the road (OTR) Jakarta:
Suzuki Ertiga GA MT: Rp 236,1 juta
Suzuki Ertiga GL MT: Rp 259,7 juta
Suzuki Ertiga GL AT: Rp 270,7 juta
Suzuki Ertiga GX MT: Rp 274,9 juta
Suzuki Ertiga GX AT: Rp 285,9 juta
Suzuki Ertiga Cruise MT: Rp 287,8 juta
Suzuki Ertiga Cruise AT: Rp 298,8 juta.
