Efek GIIAS 2022, Penjualan Mobil Baru Naik 13 Persen

14 September 2022 19:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Veloz 'nyasar' di arena elektrifikasi booth Toyota di GIIAS 2022. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Veloz 'nyasar' di arena elektrifikasi booth Toyota di GIIAS 2022. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
ADVERTISEMENT
Pameran GIIAS 2022 berdampak positif terhadap penjualan mobil nasional. Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara.
ADVERTISEMENT
Penjualan mobil baru secara retail naik 13,2 persen dari 80.529 unit pada Juli menjadi 91.164 unit pada Agustus 2022. Pun dengan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) juga naik dari 86.245 unit menjadi 96.956 unit pada periode yang sama.
"Salah satunya itu (Pameran GIIAS 2022), kemudian di sisi lain juga harga komoditas bagus, ekonomi bagus. Yang paling mendasar pertumbuhan ekonomi naik 5,4 persen, di Jawa Timur ini 5,7 persen jadi jalan semua kan," ujar Kukuh saat berbincang dengan kumparan di Surabaya, Rabu (14/9).
Secara akumulasi, torehan retail sales sepanjang Januari-Agustus 2022 menembus 637.040 unit, naik 20,7 persen dari periode yang sama tahun lalu. Sementara wholesales-nya, tumbuh 21,1 persen dari 658.232 unit menjadi 114.808 unit.
Mitsubishi Xpander Cross 2022 di GIIAS 2022. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Sementara sepanjang GIIAS 2022 yang digelar 11-21 Agustus lalu, tak kurang dari 385.487 pengunjung hadir dan menghasilkan 26.685 unit penjualan dengan nilai transaksi Rp 11,74 triliun.
ADVERTISEMENT

Tak terpengaruh isu BBM

Kukuh menambahkan, kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) tidak begitu berpengaruh terhadap penjualan kendaraan. Sebab pembeli mobil baru umumnya sudah memahami anjuran bahan bakar sesuai standar emisi Euro 4.
"Itu sudah sering kami katakan bahwa mobil baru dari 2018 sudah pakai Pertamax karena Euro 4 kan. Karena yang terdampak (kenaikan harga BBM) itu mobil lama. tapi selama konsumen menggunakan bahan bakar yang lebih bagus enggak masalah," sambungnya.