Ekspor Daihatsu Tembus 85 Ribu Unit hingga Agustus, Naik 11 Persen

Daihatsu Indonesia mencatat pertumbuhan ekspor mobil sepanjang delapan bulan pertama 2026. Hingga Agustus, volume ekspor Daihatsu dari Indonesia telah menembus lebih dari 85.000 unit, meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rokky Irvayandi mengatakan capaian tersebut menunjukkan produksi kendaraan Daihatsu di Indonesia masih memiliki daya saing di pasar global.
“Untuk kinerja ekspor, hasil produksi PT Astra Daihatsu Motor memiliki daya saing di pasar global. Hingga Agustus 2026, capaian ekspor telah melebihi 85.000 unit, atau naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Rokky dalam Astra Media Day, Rabu (23/9).
Ekspor tersebut tidak hanya menyasar negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, kendaraan produksi ADM telah dikirim ke lebih dari 60 negara yang tersebar di ASEAN, Asia Selatan, Asia Timur, Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Selatan.
Dari sejumlah negara tujuan tersebut, Filipina, Jepang, dan Peru menjadi tiga pasar terbesar. Ketiganya secara gabungan menyumbang sekitar 60 persen dari total ekspor Daihatsu.
“Kontribusi ekspor terbesar berasal dari segmen SUV sebesar 50 persen, diikuti hatchback 26 persen, dan kendaraan komersial atau niaga 24 persen,” ujar Rokky.
Komposisi tersebut menunjukkan kendaraan SUV menjadi penyumbang terbesar ekspor Daihatsu dari Indonesia. Porsinya mencapai setengah dari total volume ekspor hingga Agustus 2026.
Rokky mengatakan Daihatsu masih membuka peluang untuk memperluas pasar ekspornya, terutama ke negara-negara berkembang yang memiliki kebutuhan terhadap kendaraan dengan karakteristik sesuai produk yang diproduksi di Indonesia.
“Kami akan terus mencari target tujuan ekspor berikutnya sesuai kebutuhan negara-negara berkembang,” tuturnya.
Dari sisi kapasitas produksi, ADM saat ini memiliki kemampuan memproduksi hingga 530.000 kendaraan per tahun. Fasilitas produksi tersebut juga ditopang ekosistem pemasok lokal yang melibatkan sekitar 2.000 perusahaan, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tingkat penggunaan komponen lokal dalam kendaraan Daihatsu yang diproduksi di Indonesia telah mencapai lebih dari 80 persen.
Dengan kapasitas produksi tersebut, pasar ekspor menjadi salah satu saluran penyerapan produksi kendaraan Daihatsu selain pasar domestik. Pada pasar dalam negeri, Daihatsu mencatat penjualan retail sekitar 97.000 unit hingga Agustus 2026, tumbuh 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
