Ekspor Mobil Hybrid Toyota Indonesia Naik 14,5 Persen
ยทwaktu baca 2 menit

Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat kenaikan ekspor mobil hybrid periode kuartal I 2025 dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut semakin menguatkan penerimaan jenis teknologi elektrifikasi buatan Indonesia ini diterima baik konsumen global.
Mobil hybrid (HEV) Toyota buatan Indonesia dan telah melanglang buana itu adalah Toyota Yaris Cross (HEV) dan Kijang Innova Zenix (HEV).
Berdasarkan data perseroan yang diterima kumparan, kinerja ekspor mobil hybrid Toyota meningkat 14,5 persen selama Januari-Maret 2025 dibanding kurun waktu yang sama pada 2024.
"Naik, di Filipina juga naik terus ya dan menarik kenaikan itu ekspor lebih besar dari pada kenaikan hybrid domestik," terang Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto di Merauke, Papua Selatan belum lama ini.
Pada tiga bulan pertama tahun lalu tercatat 3.999 unit yang dikapalkan, dengan rincian 2.266 unit Innova Zenix dan 1.733 unit merupakan Yaris Cross.
Sementara pada kurun waktu yang sama tahun ini, angkanya melonjak menjadi 4.579 unit, komposisinya tetap Innova Zenix yang mendominasi sebanyak 2.574 unit dan 2.032 unit Yaris Cross.
Model Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 70 persen. Produk ini diproduksi di fasilitas Karawang Plant 1, Jawa Barat, menjadi lokasi produksi perdana untuk model elektrifikasi Toyota di Tanah Air.
Selain Filipina, Toyota Innova Zenix Hybrid buatan Karawang itu diekspor ke berbagai negara seperti Vietnam, Bahrain, Guatemala, Irak, Laos, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab.
Lebih lanjut pasar terbesar Toyota Yaris Cross hybrid paling banyak juga ke Filipina. Selain itu negara lain yang mengimpornya adalah Vietnam, Brunei Darussalam, hingga banyak negara di Amerika Latin seperti Peru, Paraguay, hingga Suriname.
Toyota Yaris Cross dengan TKDN 80 persen diproduksi di Karawang Plant 2, fasilitas yang sama untuk memproduksi Veloz, Yaris, dan Calya. Sementara itu baterai pack-nya dirakit di Karawang Plant 1 dan mesinnya diproduksi di Karawang Plant 3, membuktikan tingkat kedalaman industri manufaktur otomotif nasional ke level industri aktif yang lebih dominan.
