Ekspor Mobil RI Masih Fluktuasi, Toyota dan Mitsubishi Konsisten

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktivitas ekspor kendaraan buatan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN/Toyota Indonesia). Foto: TMMIN
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas ekspor kendaraan buatan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN/Toyota Indonesia). Foto: TMMIN

Ekspor mobil secara utuh dari Indonesia ke pasar global mencatatkan dinamika yang beragam sepanjang 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total ekspor CBU (Completely Built Up) alami pertumbuhan.

Ini terjadi pada periode Januari-Agustus 2026 yang mencatatkan peningkatan tipis sebesar 0,69 persen dengan total 337.372 unit, dibanding rentang bulan yang sama tahun lalu dengan jumlah 335.063 unit.

Namun, kinerja ekspor bulanan pada Agustus 2026 justru menunjukkan penurunan sebesar 13,69 persen dengan angka pengiriman 43.825 unit dibanding Agustus 2025 yang mencapai 50.778 unit.

Fluktuasi tersebut disebabkan oleh dinamika permintaan pasar internasional serta kesiapan pasokan pabrikan nasional. Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara mengungkapkan bahwa penguatan penetrasi ekspor menjadi angin segar bagi industri otomotif nasional.

Seremoni ekspor Mitsubishi Xforce dari Indonesia. Foto: dok. Mitsubishi

"Di tengah kondisi domestik yang memang masih belum pulih, kita dapat blessing yakni ekspor kita meningkat 518 ribu unit (2025) CBU. Ini sesuatu yang belum pernah kita capai," kata Kukuh saat ditemui kumparan di Jakarta.

Kukuh menambahkan bahwa ketertarikan sejumlah negara tujuan baru turut mendorong peluang ekspansi produk buatan dalam negeri ke level yang lebih tinggi.

"Kalau kita bisa ekspor, ditambah domestik bisa mencapai satu juta unit juga, itu kan sesuatu yang positif. Beberapa negara tujuan ekspor juga sangat tertarik dengan produk-produk Indonesia," imbuhnya.

Bicara merek, Toyota masih kokoh memimpin takhta ekspor CBU Indonesia meski performa keseluruhan sedikit terkoreksi. Pada periode Januari-Agustus 2026, pabrikan membukukan pengiriman 112.890 unit atau turun tipis 1,22 persen.

Deretan unit mobil terparkir di pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (18/6/2025). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Kendati demikian, secara bulanan pada Agustus 2026 sanggup melonjak 7,37 persen dari 16.540 unit menjadi 17.759 unit pada Agustus tahun lalu. Jenama lain yang juga sama kuatnya adalah Mitsubishi Motors.

Pengiriman CBU Mitsubishi pada Agustus 2026 melesat 11,10 persen menjadi 10.446 unit, sementara secara kumulatif Januari-Agustus 2026 melonjak hingga 26,18 persen mencapai 84.971 unit dibanding sebelumnya yang 67.339 unit.

Daihatsu turut menampilkan performa kumulatif yang impresif dengan melompati Mitsubishi di posisi kedua secara jumlah, catatkan 85.363 unit hingga Agustus 2026 atau tumbuh 11,24 persen dibanding sebelumnya 76.738 unit.

Meski demikian, volume bulanan Daihatsu pada Agustus 2026 sempat melemah 15,65 persen menjadi 10.242 unit dibanding Agustus tahun sebelumnya yang peroleh 12.142 unit. Lain cerita datang dari merek Hyundai.

Seremoni ekspor kendaraan mobil dan motor Suzuki di pabrik Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/11/2025). Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Pada Januari-Agustus 2026, pasokan ekspor Hyundai anjlok 25,94 persen menjadi 27.596 unit (vs 37.261 unit), di mana penurunan bulanan pada Agustus 2026 bahkan terperosok hingga 57,30 persen menjadi 2.340 unit saja.

Pengurangan volume pengiriman internasional juga dialami Suzuki yang terkoreksi 40,22 persen menjadi 11.416 unit hingga Agustus 2026 (vs 19.098 unit). Honda juga tak luput dari tren penurunan kumulatif sebesar 12,42 persen menjadi 9.930 unit, meski secara bulanan Honda sempat naik 8,44 persen menyentuh 1.362 unit.

Di segmen komersial dan kendaraan penumpang lain, Isuzu mengantongi penurunan ekspor kumulatif 35,52 persen menjadi 4.062 unit, Wuling merosot 36,06 persen menjadi 947 unit, serta Hino terkoreksi 48,02 persen menjadi 197 unit.

Tingginya potensi pasar luar negeri seperti kawasan Amerika Latin dan Asia Tenggara, khususnya Filipina, diharapkan terus menjadi tumpuan utama bagi pemulihan dan penguatan industri otomotif nasional.

Kinerja Ekspor CBU Otomotif

Agustus 2026 (43.825 unit)

  1. Toyota: 17.759 unit

  2. Mitsubishi Motors: 10.446 unit

  3. Daihatsu: 10.242 unit

  4. Hyundai: 2.340 unit

  5. Honda: 1.362 unit

  6. Suzuki: 977 unit

  7. Isuzu: 606 unit

  8. Wuling: 63 unit

  9. Hino: 30 unit.

Januari-Agustus 2026 (337.372 unit)

  1. Toyota: 112.890 unit

  2. Daihatsu: 85.363 unit

  3. Mitsubishi Motors: 84.971 unit

  4. Hyundai: 27.596 unit

  5. Suzuki: 11.416 unit

  6. Honda: 9.930 unit

  7. Isuzu: 4.062 unit

  8. Wuling: 947 unit

  9. Hino: 197 unit.

Agustus 2025 (50.778 unit)

  1. Toyota: 16.540 unit

  2. Daihatsu: 12.142 unit

  3. Mitsubishi Motors: 9.402 unit

  4. Hyundai: 5.480 unit

  5. Suzuki: 5.121 unit

  6. Honda: 1.256 unit

  7. Isuzu: 468 unit

  8. Wuling: 304 unit

  9. Hino: 65 unit.

Januari-Agustus 2025 (335.063 unit)

  1. Toyota: 114.280 unit

  2. Daihatsu: 76.738 unit

  3. Mitsubishi Motors: 67.339 unit

  4. Hyundai: 37.261 unit

  5. Suzuki: 19.098 unit

  6. Honda: 11.338 unit

  7. Isuzu: 6.300 unit

  8. Wuling: 1.481 unit

  9. Chery: 745 unit

  10. Hino: 379 unit

  11. DFSK: 44 unit.