Fase Pemulihan Bisnis, Induk Perusahaan Neta Cari Investor Baru

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PT NETA Auto Indonesia meresmikan diler pertama di Kelapa Gading, Jakarta Utara (9/11). Foto: NETA AUTO
zoom-in-whitePerbesar
PT NETA Auto Indonesia meresmikan diler pertama di Kelapa Gading, Jakarta Utara (9/11). Foto: NETA AUTO

Induk perusahaan Neta Auto yakni Hozon New Energy Automobile Co., Ltd. saat ini sedang dalam proses restrukturisasi sejak tanggal 12 Juni 2025 lalu. Upaya restrukturisasi ini dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Kepailitan Perusahaan Republik Rakyat Tiongkok.

Administrator Hozon New Energy tengah melakukan perekrutan terbuka bagi calon investor strategis yang tertarik. Periode ini dibuka sejak 30 Juni hingga 30 Juli 2025.

“Sejumlah investor dengan potensi sinergi industri telah menyelesaikan proses pendaftaran dan saat ini tengah mengikuti tahap seleksi awal yang diselenggarakan oleh administrator. Diharapkan lebih banyak modal strategis berkualitas tinggi akan ikut serta dalam proses ini,” tulis Neta Auto dalam keterangan resmi yang diterima kumparan, Senin (21/7/2025).

Aktivitas di salah satu pabrik mobil listrik Neta Auto di Tongxiang, China. Foto: Sena Pratama/kumparan

Sejumlah anak perusahaan Hozon New Energy di luar negeri seperti Neta Auto Thailand, Neta Auto Brasil, Neta Auto Indonesia, dan beberapa mitra Neta di seluruh dunia diklaim tetap menjalankan operasional bisnisnya secara normal.

“Anak perusahaan di luar negeri juga terus menjalin kerja sama erat dengan Neta Auto Overseas, guna memastikan seluruh tahapan proses berjalan secara tertib, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Adapun subjek restrukturisasi hanya mencakup Hozon New Energy Automobile Co., Ltd. Sementara, restrukturisasi ini tidak mencakup anak perusahaan luar negerinya termasuk Indonesia.

Pada masa kritis ini, Hozon Auto Energy telah menyiapkan formasi untuk terus melanjutkan produksi. Mulai dari melindungi hak dan kepentingan sah seluruh pihak terkait, melakukan alokasi sumber daya secara efisien, hingga menghidupkan kembali nilai operasional perusahaan yang berorientasi pasar dan berbasis hukum.

Aktivitas di salah satu pabrik mobil listrik Neta Auto di Tongxiang, China. Foto: Sena Pratama/kumparan

“Saat ini, Hozon New Energy sedang menyusun rencana terperinci untuk memulai kembali produksi secepat mungkin,” tambahnya.

Selama masa restrukturisasi ini, Hozon New Energy tetap melanggengkan kerja sama dengan administrator untuk memulihkan operasional pusat suku cadang secara bertahap. Lebih dari itu, perusahaan juga berkomitmen untuk menjaga kesinambungan layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang untuk seluruh konsumen Neta di pasar global.

Sebelumnya, dikutip dari Bangkok Post, Hozon New Energy digugat oleh kreditur lantaran gagal membayar pinjaman dana senilai 5,3 juta yuan atau setara Rp 12 miliaran dan tambahan kewajiban sebesar 10 miliar yuan yang setara Rp 22,7 triliun.

Sejumlah jaringan penjualan di berbagai negara telah ditutup, termasuk di pasar domestik China. Bahkan, secara diam-diam mereka telah melucuti logo dan papan nama di kantor pusat Neta Auto Shanghai.

kumparan post embed