otomotif, OTOHITZ VI, OTOHITZ, Tol Layang, Japek ELEVATEE,

Formulasi ‘Bebas Macet’ Tol Jakarta-Cikampek

5 Desember 2019 8:04 WIB
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Foto udara proyek pembangunan jalan layang tol Jakarta-Cikampek. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara proyek pembangunan jalan layang tol Jakarta-Cikampek. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek ditargetkan rampung tahun ini dan bisa dicoba pengendara selama libur Natal dan Tahun baru 2020.
Ini menjadi proyek jalan sangat ditunggu masyarakat. Mengingat selama ini jalur tersebut seolah jadi mimpi buruk, lantaran kerap dilanda kemacetan.
Mengacu data Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPJT), kepadatan kendaraan di Jalan Tol Jakarta Cikampek selama ini mencapai 1,05 persen.
Pekerja saat menyelesaikan pembangunan jalan layang tol Jakarta-Cikampek. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Artinya ada kelebihan jumlah kendaraan sebesar 0,05 persen terhadap kapasitas maksimal jalan tol yang berdampak pada kecepatan rata-rata hanya 28,3 km/jam.
Angka itu, tentu saja jauh di bawah batas kecepatan minimal jalan tol, yakni 60 km/jam. Sehingga dengan dioperasikannya Tol Layang Jakarta-Cikampek, diharapkan meningkatkan laju kecepatan kendaraan yang melintas.
Tol Layang Jakarta-Cikampek. Foto: Istimewa
"Yang jelas dari V/C ratio saat ini khususnya di Cikunir sudah sangat lemah, mungkin nantinya dengan adanya tol layang bisa menjadi 0,7 atau 0,8 V/C ratio-nya. Atau lebih kurang bisa mengurangi kemacetan sampai 15 persen," ucap Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru ketika ditanya kumparan beberapa waktu lalu.
Faiza Riani, Corporate Communication Department Head Jasa Marga menambahkan, pemilihan konsep ‘layang’ atau elevated pada jalur tol ini, karena Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting sudah tidak dapat dilakukan pelebaran jalan, terkait dengan ketersediaan lahan.

Uji laik beroperasi

PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) bersama Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), telah melakukan uji pembebanan jembatan (loading test) pada September 2019 lalu.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono meninjau tol layang Jakarta-Cikampek sebelum dioperasikan pada November 2019. Foto: Dok. Kementerian PUPR
Uji kelaikan tersebut dilakukan dengan menerapkan metode beban dinamis (frekuensi resonansi akibat impact), dan uji beban statis loading unloading maksimum (400 ton dengan menggunakan 16 truk kapasitas masing-masing truk antara 25-30 ton, yang dibagi menjadi empat tahap).
“Namun simultan dengan uji beban, kami juga akan melakukan uji kelaikan dari sisi pengaspalan, perambuan, marka, PJU, kelengkapan CCTV, serta uji kekesatan dan kerataan jalan,” ujar Direktur Utama PT JJC Djoko Dwijono.

Tarif

Pada tahap awal, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Japek Elevated II, yang memiliki panjang 36 km ini bakal dibuka sekitar tanggal 22 Desember 2019, atau jelang Natal.
Terkait tarifnya, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa selama libur Natal dan Tahun Baru 2010, masih digratiskan. Sementara untuk jangka panjang, tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek masih dikaji.
Tol Layang Jakarta-Cikampek. Foto: Istimewa
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten