Gaikindo Sambut Baik Penurunan BI Rate, Bisa Dongkrak Penjualan?

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deretan mobil Toyota di GIIAS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Deretan mobil Toyota di GIIAS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik penurunan suku bunga acuan atau BI Rate dari sebelumnya 5,5 persen menjadi 5 persen. Sebab, penurunan ini akan berdampak pada suku bunga kredit, termasuk untuk pembelian kendaraan baru.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto mengatakan, hal tersebut menjadi kabar baik di tengah pengetatan penyaluran pembiayaan.

”Kami tentu menyambut baik penurunan BI Rate menjadi 5 persen, sehingga suku bunga kredit atau leasing KBM (kendaraan bermotor) bisa segera turun,” buka Jongkie kepada kumparan, Sabtu (23/8/2025).

Namun tambah Jongkie, penurunan suku bunga acuan perbankan tersebut, belum tentu mampu meningkatkan performa penjualan industri otomotif Tanah Air.

”Tetapi, memang daya beli masyarakat sedang melemah, jadi penjualan kendaraan bermotor juga turun cukup banyak,” imbuhnya.

Mobil Rocky hybrid ditampilkan saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Ia pun belum dapat memberi proyeksi penurunan 0,5 persen BI Rate akan membantu peningkatan penjualan mobil periode Agustus hingga September 2025. "(Kenaikan penjualan) Tergantung kapan bank atau leasing menurunkan suku bunganya,” tutup Jongkie singkat.

Adapun catatan penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) periode Juli 2025 sebanyak 60.552 unit, turun 18,4 persen dari periode serupa tahun lalu di angka 74.230 unit.

Sementara, apabila dibandingkan dengan penjualan Juni 2025 yang menorehkan 57.799 unit, tercatat ada kenaikan sebesar 4,8 persen.

Sebelumnya berkaitan dengan penurunan suku bunga yang dimaksud Jongkie, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau perbankan untuk menyesuaikan tingkat suku bunga secara bertahap. Sehingga, bisa lebih sesuai dengan kondisi pasar.

Suasana booth Toyota pada pegelaran GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025) Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana menyebut bahwa penurunan suku bunga kredit oleh perbankan membutuhkan jeda waktu setelah BI Rate baru diumumkan.

”Suku bunga kredit diperkirakan masih akan menurun sebagai respons dari penurunan BI Rate pada 2025,” kata Dian dalam keterangan resminya.