Geely Beberkan PR Terbesar Merek Baru di Indonesia

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil listrik Geely EX5 di IIMS 2025. Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mobil listrik Geely EX5 di IIMS 2025. Foto: Sena Pratama/kumparan

Merek kendaraan baru yang coba peruntungan di pasar otomotif Indonesia tak hanya sekadar menghadapi persaingan produk, melainkan juga membangun layanan purna jual dan relasi dengan konsumennya.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu menyoroti bahwa ketersediaan layanan purna jual yang solid merupakan benteng utama bagi keberlangsungan merek baru di dalam negeri.

Tanpa kesiapan jaringan servis dan suku cadang yang matang, kehadiran produk baru hanya akan menciptakan persepsi negatif di mata konsumen. Hal tersebut juga diamini seperti pabrikan Geely Auto.

Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso tak menampik kesiapan tenaga pemasar dan teknisi di lapangan menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar bagi merek baru.

Mobil listrik Geely EX5 di IIMS 2025. Foto: Sena Pratama/kumparan

"Dan sebenarnya salah satu PR yang cukup besar adalah kesiapan manpower. Karena kesiapan manpower ini bagaimanapun juga kita butuh kesamaan bahasa, kesamaan penyampaian dari teman-teman baik di sales maupun di service terkait dengan isu-isu yang ada," kata Herlijoso ditemui di Bekasi pekan ini.

Herlijoso juga memahami dinamika bahwa tidak sedikit tenaga penjual yang sebagian masih berfokus pada target transaksi tanpa ikut membangun dan membentuk kualitas layanan purna jual bagi konsumen.

"Memang ada, terutama karena kita merek baru, kemudian ada beberapa sales yang masih sangat polos, masih baru, mereka masih orientasinya hanya menjual tapi mereka lupa bahwa hubungan jangka panjang dengan pelanggan itu ada setelah penjualan," terangnya.

Dirinya menegaskan pentingnya membangun dan membentuk sistem dari hulu ke hilir guna menjaga kepuasan pelanggan secara berkesinambungan dan wajib ditanamkan kepada seluruh jajaran garda terdepan Geely.

Debut global mobil listrik Geely EX5 di 2024 Automechanika Frankfurt, Jerman. Foto: Geely Auto

"Sehingga itu yang kita juga harus develop ke mereka dan pelanggan itu boleh dibilang pelanggan seumur hidup. Sehingga kita harus mampu melayani pelanggan itu bukan hanya pada saat sebelum penjualan," tutur Herlijoso.

Guna memastikan standar pelayanan yang merata, diakui Herlijoso bahwa pihaknya telah melakukan pelatihan rutin yang tidak hanya berfokus pada keterampilan menjual, melainkan mencakup pemahaman proses bisnis secara menyeluruh.

"Ya, kami secara rutin melakukan training bukan hanya untuk selling skill tapi ada soft skill yang lain termasuk the whole business process dan sedikit introduction terkait dengan after sales juga," ucapnya.

"Sehingga diharapkan mereka akan punya kemampuan yang seragam. Saat ini sebenarnya Geely memiliki training center khusus yang sudah disiapkan dan sudah beroperasi dan sudah ada beberapa batch," kata Herlijoso.

Selain fokus pada peningkatan kapasitas keterampilan dan kemampuan SDM, Geely Indonesia turut memperketat kehati-hatian dalam setiap proses transaksi demi mencegah terjadinya potensi kecurangan di tingkat diler.

"Untuk menghindari hal tersebut, tentu saja kami pun juga sudah mengomunikasikan kepada pelanggan dan prospek kami terkait dengan kehati-hatian prudensi terhadap transaksi yang terjadi," sambungnya.

"Kami pun juga berusaha mengingatkan rekan-rekan diler semua jaringan kami untuk mampu bukan hanya mengenal pelanggannya tapi mengenal sales-nya sendiri. Sehingga bila terjadi sesuatu kita lebih mudah untuk mengontak mereka kembali," tandas Herlijoso.