Harga BBM Diesel Naik, Konsumen Mobil Bekas Beralih ke Bensin dan Hybrid

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 G Diesel 2025 di diler Auto2000 Basuki Rachmat, Surabaya, Kamis (11/12/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 G Diesel 2025 di diler Auto2000 Basuki Rachmat, Surabaya, Kamis (11/12/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) solar non-subsidi mulai berdampak pada pasar mobil bekas di Tanah Air. Pergeseran minat konsumen terlihat dari meningkatnya permintaan terhadap mobil bermesin bensin dan hybrid.

Penggawa lapak di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Peter, mengatakan kondisi tersebut tidak mendorong konsumen langsung beralih ke kendaraan listrik. Justru, tren yang terlihat saat ini adalah perpindahan dari diesel ke bensin atau hybrid di pasar mobil bekas.

“Saat ini pengaruhnya bukan orang pindah ke mobil listrik, pengaruhnya justru orang pada jual mobil diesel mereka terus pada beli mobil bensin atau hybrid bekas,” buka Peter kepada kumparan, Rabu (6/5/2026).

Mobil bekas di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Fenomena ini juga terlihat dari pola pencarian konsumen dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut, banyak pemilik mobil diesel keluaran terbaru mulai melirik opsi lain yang dianggap lebih efisien untuk penggunaan harian.

“Belakangan juga banyak konsumen telepon, rata-rata yang punya Innova Diesel 2024, dia nyarinya Innova Zenix bensin 2024,” katanya.

Meski terjadi peningkatan minat terhadap mobil bensin dan hybrid, Peter mengaku sulit mengkuantifikasinya dalam bentuk persentase. Namun demikian, tren tukar tambah dari diesel ke bensin disebut cukup terasa di lapangan.

“Kalau hitungan persen bingung ya, tapi ada aja sih yang mau tuker tambah,” ucapnya.

Mobil bekas di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Di sisi lain, minat terhadap kendaraan listrik bekas disebut belum terlalu signifikan. Konsumen yang datang umumnya masih dalam tahap penjajakan dan belum banyak yang benar-benar melakukan transaksi.

“Kalau EV rata-rata baru tanya-tanya aja, cuma biasanya yang beli mobil listrik bekas itu nambah mobil ya, enggak tukar tambah. Jarang EV tukar tambah,” katanya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa peralihan ke kendaraan listrik di pasar mobil bekas masih membutuhkan waktu. Sementara itu, faktor biaya operasional seperti harga BBM tetap menjadi pertimbangan utama konsumen dalam menentukan pilihan kendaraan.