Harga BBM Tembus Rp 30 Ribu, Mobil Diesel Bekas Sepi Peminat

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi solar. Foto: Andri wahyudi/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi solar. Foto: Andri wahyudi/Shutterstock

Kenaikan harga BBM solar non subsidi yang kini menembus kisaran Rp 30 ribu per liter mulai berdampak nyata ke pasar mobil bekas. Sejumlah pedagang mengaku harus menyesuaikan harga, baik saat membeli unit maupun menjual ke konsumen.

Penggawa lapak di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Peter, mengatakan penurunan harga sudah terjadi di level pedagang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi turunnya minat beli konsumen terhadap mobil diesel.

“Dulu saya kalau ngambil Innova diesel bekas katakan saya beli Rp 340 juta. Sekarang saya paling tawar Rp 310 juta sampai Rp 315 juta,” ujarnya kepada kumparan, Kamis (7/5).

Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 G Diesel 2025 di diler Auto2000 Basuki Rachmat, Surabaya, Kamis (11/12/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Ia menjelaskan, penyesuaian tersebut tidak bisa dihindari karena berdampak langsung ke harga jual. Di sisi lain, pedagang tetap harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan unit sebelum dijual kembali.

“Jadi saya terpaksa juga nurunin harga beli. Karena berpengaruh ke harga jual, karena konsumen yang mau belinya pasti berkurang juga,” katanya.

Untuk harga jual, unit seperti Toyota Kijang Innova Diesel kini berada di kisaran lebih rendah dibanding sebelumnya. Meski begitu, margin keuntungan tetap dijaga dengan memperhitungkan biaya perbaikan.

“Kalau dari saya jualnya mungkin di angka Rp 330 jutaan. Karena mobil bekas harus saya perbaiki dari segi mesin sampai bodi dan komponen lainnya,” ucap Peter.

Mobil bekas di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Ia mengungkapkan, penurunan minat terhadap mobil diesel sebenarnya sudah terasa sejak kemunculan mobil hybrid. Namun, kenaikan harga solar semakin mempercepat tren tersebut.

“Kalau penurunan penjualan mobil diesel bekas sudah ada semenjak mobil hybrid ramai. Kalau penurunan daya beli seperti Toyota Innova diesel itu sekitar 30 sampai 40 persen,” jelasnya.

Meski begitu, untuk unit tertentu dengan kondisi langka, harga masih bisa bertahan tinggi. Salah satunya varian tertinggi yang sudah tidak diproduksi lagi.

“Innova diesel tahun 2022 yang Venturer, mungkin masih bisa jual di Rp 430 juta sampai Rp 440 jutaan. Harganya segitu karena barangnya sudah enggak ada lagi,” katanya.

Toyota Innova Venturer 2018. Foto: Sena Pratama/kumparan

Sementara untuk alternatif yang lebih terjangkau, konsumen masih bisa melirik varian lain dengan tahun lebih muda maupun lebih tua. Selisih harga ditentukan oleh tipe dan kondisi kendaraan.

“Untuk Innova diesel alternatifnya bisa ambil yang tipe V tahun 2022 itu harganya sekitar Rp 360 juta sampai Rp 380 jutaan. Atau yang tahun 2020 itu harganya Rp 330 jutaan,” ujarnya.

Menurut Peter, kondisi pasar saat ini membuat mobil diesel bekas semakin sulit terjual. Stok di lapangan bahkan mulai menumpuk karena perputaran unit yang melambat.

Toyota Innova Venturer 2018. Foto: Sena Pratama/kumparan

“Sekarang juga masih numpuk, kita lagi coba jualin. Di toko ada sekitar 8 sampai 10 unit yang diesel mulai dari Innova, Fortuner, Pajero,” tutupnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kenaikan harga solar non subsidi tidak hanya berdampak pada biaya operasional, tetapi juga mulai mengubah dinamika pasar mobil bekas, khususnya di segmen diesel.