Harga Mobil Listrik di Indonesia Masih Kemahalan, Idealnya Rp 300 Jutaan

Harga mobil listrik yang ada sekarang dianggap belum merakyat. Artinya hanya segelintir orang yang bisa membeli dan merasakan benefitnya.
Dari beberapa ragam mobil listrik yang ada di Indonesia, kebanyakan dibanderol di atas Rp 450 juta sampai Rp 1 miliar lebih. Adapun dua model mobil listrik murni yang kini terbilang memiliki harga termurah adalah Hyundai Kona dan Ioniq di rentang Rp 600 jutaan.
Sementara mobil hybrid dengan harga rendah saat ini Nissan Kicks e-Power Rp 449 juta dan Toyota Corolla Cross Hybrid Rp 479 juta.
Peneliti Senior LPEM-FEB UI, Riyanto mengatakan, harga tersebut belum bisa memantik masyarakat beralih dari mobil bermesin pembakaran internal ke listrik.
Menurutnya, harga mobil listrik bisa disesuaikan lagi dengan kondisi dan selera konsumen di Indonesia. Tak perlu banyak fitur, asalkan tetap berbasis elektrifikasi.
"Itu sebenarnya terlalu mewah untuk Indonesia, banyak fasilitas dan fitur yang bakal tidak digunakan," papar Riyanto dalam diskusi virtual Peluang dan Tantangan Mobil Listrik di Indonesia, Kamis (26/11).
Riyanto menambahkan, idealnya masyarakat Indonesia disuguhkan model mobil listrik berupa MPV berkapasitas 7-penumpang dengan harga Rp 300 jutaan, yang selama ini menjadi primadona dan sekaligus bisa terserap banyak kalangan.
"Atau mungkin bisa masuk ke segmen bawah seperti di kelas LCGC. Jadi kelihatan mobil listrik tapi segmen bawah," katanya.
Mobil hybrid bisa Rp 316 jutaan dan mobil listrik Rp 407 jutaan pada 2022
Sebagai gambaran, Riyanto membuat skema perbandingan harga mobil biasa dengan listrik, setelah kena insentif berupa potongan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019, yang berlaku setelah 16 Oktober 2021.
Jika pada 2022 harga mobil Low MPV berkisar Rp 300 jutaan, maka setelah kena insentif, harga mobil hybrid dengan kelas yang sama menjadi Rp 316 jutaan.
Sedangkan mobil plug-in hybrid pada segmen yang serupa menjadi sekitar Rp 357 jutaan. Adapun versi listrik murninya masih di Rp 407 jutaan.
"Ini masih mahal bagi sebagian orang. Padahal pasar yang terjangkau ada di kisaran Rp 300 juta (rekomendasi Riyanto pada paparannya di bawah Rp 327 juta), masih sulit untuk menjangkau pasarnya," katanya.
Tantangannya tambah Riyanto, agar implementasi penggunaan mobil listrik murni guna memangkas produksi emisi karbon adalah, pemerintah harus memberikan insentif tambahan sebesar Rp 80 juta, supaya harga mobil listrik ideal di rentang Rp 320 jutaan.
Sekali lagi ini merupakan asumsi, dan bisa berlaku apabila ada pabrikan mobil yang memang memproduksi mobil listrik di segmen Low MPV.
