Harga Pertamax Bakal Naik, Bagaimana Dampaknya ke Penjualan Mobil?

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengisi bahan bakar pertamax di SPBU Pertamina. Foto: Dok. Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengisi bahan bakar pertamax di SPBU Pertamina. Foto: Dok. Pertamina

Kementerian ESDM memperkirakan harga keekonomian BBM RON 92 setara Pertamax bisa naik hingga Rp 16.000 per liter pada April 2022. Potensi kenaikan harga keekonomian BBM RON 92 hingga Rp 16.000 akibat kondisi minyak mentah yang terus melambung, ditambah dengan konflik di Ukraina.

“Dengan mempertimbangkan harga minyak bulan Maret yang jauh lebih tinggi dibanding Februari, maka harga keekonomian atau batas atas BBM RON 92 bulan April 2022 akan lebih tinggi lagi dari Rp 14.526 per liter, bisa jadi sekitar Rp 16.000 per liter,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi.

Lantas, apabila harga Pertamax naik apakah berdampak pada penjualan mobil, khususnya yang di bawah Rp 200 juta.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy menjelaskan kenaikan harga BBM tentu akan berdampak pada ekonomi sehingga pada akhirnya turut berpengaruh ke otomotif.

“Faktor yang mempengaruhi market otomotif saat ini adalah ekonomi, pandemi dan hal lain seperti insentif PPnBM,” terangnya kepada kumparanOTO.

Sehingga, menurutnya, kondisi ini akan membuat konsumen beradaptasi dan memilih ke produk-produk yang irit BBM, termasuk LCGC.

Toyota Calya di GIIAS 2021 Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

“Saat kenaikan BBM adalah kebiasaan konsumen dalam pemilihan tipe mobil yang irit, salah satunya LCGC karena irit bahan bakar,” lanjut Anton.

Namun kenaikan harga BBM ini justru bisa memicu perkembangan pasar mobil elektrifikasi termasuk hybrid.

Perlu program

“Jadi perlu program penjualan yang bisa meringankan konsumen dalam membeli mobil,” kata Business Innovation and Sales & Marketing PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy.

Billy menjelaskan, kenaikan pada harga bahan bakar tentu memicu terjadinya inflasi yang berdampak pada suku bunga. Kondisi diprediksi bisa berdampak pada penjualan mobil, yang mayoritas terjual secara kredit.

Meski begitu, HPM, kata Billy, akan memonitor isu terkait kenaikan harga Pertamax dan dampaknya ke konsumen roda empat.