Hindari, Kebiasaan Ini Bikin Pelat Kopling Mobil Cepat Aus

kumparanOTOverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil transmisi manual (Foto: dok. Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil transmisi manual (Foto: dok. Wikimedia Commons)

Pemilik mobil manual tentunya harus memahami perilaku yang baik dan benar agar pelat kopling tidak cepat aus. Biasanya ada beberapa perilaku yang secara tidak sadar dilakukan pengemudi yang justru membuat pelat kopling cepat aus.

"Pelat kopling akan cepat aus kalau terus-terusan gantungin kopling, maksudnya pedal kopling diinjak terus-menerus atau enggak ditahan setengah," buka Menurut pereli nasional dan pendiri Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar saat berbincang dengan kumparanOTO beberapa waktu lalu.

Mobil Transmisi Manual  (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil Transmisi Manual (Foto: Wikimedia Commons)

Perilaku menggantung kopling umumnya dilakukan saat macet. Banyak pengemudi yang tidak ingin repot memindahkan kakinya dari pedal kopling sesaat setelah mobil berhenti melaju.

"Tidak mengistirahatkan kaki kiri di footrest bisa mempengaruhi tingkat keausan kopling yang berbeda, kopling itu bukan untuk digantungin," sebutnya lagi.

Apalagi menggantung kopling pada saat melaju dengan kecepatan tinggi. Meskipun tindakan ini jarang dilakukan, namun menurut Rifat perilaku tersebut mempercepat keausan pelat kopling.

"Misalnya kalau gigi 1 paling kalau nahan kopling ada gejala endut-endutan kan, tapi kalau gigi 5, sekalinya kopling nyelip kan itu rasio panjang banget, kecepatannya tinggi, nah tanpa sadar bisa bikin kopling cepat aus," tambah Rifat.

Ilustrasi kaki kiri pada pedal kopling mobil manual (Foto: dok. Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kaki kiri pada pedal kopling mobil manual (Foto: dok. Shutter Stock)

Perilaku terakhir yang menjadi dalang pelat kopling cepat habis adalah melakukan pergantian gigi secara cepat dan kasar. Dalam artian pedal kopling tidak injak sampai dalam saat memindahkan gigi kemudian melepasnya secara cepat.

Celakanya tindakan tersebut tanpa disadari menyebabkan gesekan yang keras di kampas kopling. Hasilnya pelat kopling cepat habis. Selain itu kemungkinan selip juga besar.

Untuk itu Rifat menyarankan agar setiap setelah perpindahan gigi kaki kiri harus segera diistirahatkan, dalam artian tidak menyentuh pedal kopling. Terlebih saat berhenti di lampu merah, langsung istirahatkan kaki dan jangan menahan kopling.

"Kalau berhenti ngapain repot-repot nahan kopling, bagus kalau kakinya kuat, kalo enggak kuat kan beda cerita, kopling enggak sengaja keangkat kan langsung bisa nabrak kendaraan di depannya kan," tutup Rifat.