Hindari Kejahatan di Parkiran, Segera Kunci Pintu Begitu Masuk Mobil

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi berkendara sambil bermain handphone. Foto: Deni Purwoko Hadi/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berkendara sambil bermain handphone. Foto: Deni Purwoko Hadi/Shutterstock

Maraknya potensi ancaman kejahatan yang mengincar pengemudi wanita di lokasi parkiran publik, menjadi alarm keras bagi masyarakat pengguna roda empat. Memahami pertahanan diri atau security driving menjadi hal mendasar yang wajib dikuasai agar terhindar dari skenario kejahatan jalanan.

Senior Instructor Jakarta Defense Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa security driving berbeda dari teknis berkendara defensif biasa. Konsep ini berfokus pada langkah preventif pengemudi maupun penumpang dalam menyikapi tindak kriminal, baik sebelum melaju maupun saat berkendara.

Pengemudi sangat disarankan untuk selalu menempatkan kendaraan di lokasi yang ramai dan terjangkau pengawasan publik. Langkah preventif ini bertujuan agar pergerakan kendaraan serta pengemudi dapat dengan mudah terpantau oleh petugas keamanan maupun masyarakat sekitar.

"Pertama yang harus dilakukan yaitu ketika parkir, tempatkan kendaraan di tempat yang ramai dekat pos security atau di mana spot-spot itu mudah terlihat oleh banyak orang jika ada pilihan," kata Jusri kepada kumparan, Rabu (9/9).

Ilustrasi berkendara sambil bermain handphone. Foto: GaudiLab/Shutterstock

Apabila berada di gedung parkir bertingkat, penentuan lokasi parkir juga memegang peranan krusial bagi keselamatan pengemudi. Pemilihan tempat parkir yang dekat dengan area pintu masuk maupun fasilitas lift akan memangkas jarak tempuh jalan kaki pengemudi.

"Jangan menyendiri. Usahakan sedekat mungkin dengan pintu masuk atau keluar di mana traffic akan lebih mudah di situ dibandingkan di titik spot kejauhan," tambahnya.

Selain posisi parkir, potensi kejahatan juga sering kali terpicu akibat kelalaian pengemudi menyimpan barang berharga di area yang terbuka. Menyembunyikan barang bawaan di balik kargo tertutup dapat meminimalisasi niat pelaku kejahatan yang mengintai dari luar kaca mobil.

Ilustrasi parkiran mobil. Foto: sommthink/Shutterstock

"Pastikan barang-barang yang menarik perhatian seperti tas laptop atau apa tidak terlihat dengan mudah. Sebaiknya barang-barang itu disimpan di dalam trunk (bagasi tertutup)," ujar Jusri.

Kewaspadaan pengemudi juga harus tetap dijaga sewaktu hendak kembali menuju kendaraan usai beraktivitas di luar area. Luangkan waktu sejenak dari jarak aman untuk memantau pergerakan sekitar guna memastikan situasi tempat parkir benar-benar aman.

"Jangan straight langsung ke kendaraannya, tapi lihat dari jauh, perhatikan sekelilingnya. Ada enggak hal-hal yang mencurigakan, diam aja sejenak di luar melihat sekeliling," imbau Jusri.

Khusus pengemudi wanita, disarankan tidak melangkah sendirian menuju kendaraan jika kondisi area parkiran terlihat lumayan sepi. Berjalan bersamaan dengan pengunjung lain yang menuju arah searah dapat menciptakan keramaian yang efektif meredam niat pelaku kejahatan.

"Waktu mau keluar usahakan jangan sendiri, tunggu ada orang yang mau keluar atau masuk juga bareng, ada traffic yang arahnya dekat-dekat kita," jelasnya.

Ilustrasi parkiran mobil. Foto: New Africa/Shutterstock

Kesalahan fatal yang sering memicu timbulnya kejahatan adalah kebiasaan berlama-lama di dalam kabin tanpa langsung mengunci pintu. Niat buruk pelaku kejahatan dapat mengeksekusi aksinya dengan memanfaatkan kelalaian pengemudi yang sibuk bermain ponsel atau memutar musik.

"Saat masuk ke mobil, begitu masuk mobil langsung kunci semuanya. Jangan berlama-lama putar tape atau lihat WA, ini memberikan kesempatan waktu untuk pelaku tindak kriminal," tegas Jusri.

Seluruh persiapan teknis berkendara seperti mengatur rute navigasi atau aplikasi perpesanan idealnya dituntaskan sebelum masuk ke kendaraan. Penyelesaian segala urusan sebelum masuk ke kabin memastikan pengemudi dapat langsung memacu kendaraannya begitu pintu terkunci rapat.

"Mau ngatur maps atau direction sudah sebelumnya, atau mau baca WA sebelumnya. Begitu masuk mobil kunci mobilnya segera dan langsung jalan," serunya.

Pengemudi juga diimbau mempersiapkan alat perlindungan diri serta kamera pengawas untuk mengantisipasi potensi rekayasa dari pelaku kejahatan. Kehadiran perangkat perekam visual sangat berguna untuk membentengi pengemudi dari tuduhan balik saat terjadi konflik dengan pelaku di lapangan.

"Peralatan penting itu dashcam 360 derajat sebagai bukti, karena kadang-kadang pelaku tindak kriminal ketika cedera akibat perlawanan kita akan memutarbalikkan cerita sehingga playing victim," pungkas Jusri.