Hindari Posisi Jari Begini, Tak Sadar Bikin Kampas Rem Motor Matik Cepat Aus

12 Agustus 2025 7:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hindari Posisi Jari Begini, Tak Sadar Bikin Kampas Rem Motor Matik Cepat Aus
Kebiasaan tangan yang bikin rem cakram motor matik jadi lebih cepat habis. #kumparanOTO #dailyupdate
kumparanOTO
Ilustrasi menekan tuas rem belakang motor. Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menekan tuas rem belakang motor. Foto: istimewa
ADVERTISEMENT
Motor matik menawarkan keunggulan berupa kepraktisan dan kemudahan operasional. Singkatnya tinggal gas-rem, tanpa perlu pindah gigi.
ADVERTISEMENT
Namun ternyata ada kebiasaan yang patut dihindari, ini menyangkut kebiasaan posisi jari agar komponen kampas rem tidak cepat aus, atau habis termakan karena penggunaan yang tak tepat.
Seperti yang diceritakan Service Advisor Yamaha Harapan Motor Cilodong, Wawan Sutawijaya, beberapa motor matik populer seperti NMax atau yang menggunakan rem jenis cakram pada roda belakang, kerap lebih cepat habis masa pakainya.
"Kebiasaan pengendara meletakkan jari di tuas rem belakang, tidak sadar bahwa sebenarnya mereka sudah menarik tuasnya sedikit. Nah itu juga saat bersamaan kampas rem sudah menempel pada piringan rem," buka Wawan ditemui di Cilodong, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Rem cakram belakang motor matik, terutama Yamaha NMax dikatakannya punya jarak main yang sempit. Sehingga sedikit saja terjadi tarikan pada tuas sudah membuat komponen tersebut lebih dekat ke piringan rem.
ADVERTISEMENT
Ilustrasi cakram rem cakram belakang pada motor Foto: dok. Istimewa
"Dari pabriknya memang sudah seperti itu, makanya banyak yang harusnya belum ganti kampas rem, tetapi sudah ganti karena bukan perkara sering rem. Kalau rem depan masih terbilang jauh jaraknya, jadi lebih jarang ganti," beber Wawan.
Wawan menambahkan, kebiasaan tersebut tak hanya mengincar ketebalan kampas rem, melainkan permukaan piringan cakram juga disebutnya bisa lebih cepat terkikis. Untuk itu, pengendara diimbau untuk tidak menaruh jarinya di tuas rem ketika tidak sedang deselerasi.
"Selain itu juga kan kalau kita tarik tuas remnya sedikit saja, itu lampu rem sudah menyala sebenarnya. Jadi ini agak membingungkan pengendara di belakang kalau terjadi rem mendadak karena seperti tidak ada warning," jelasnya.
Ilustrasi tuas rem depan. Foto: istimewa
Pengaruh lainnya adalah kinerja mesin menjadi lebih berat karena putaran roda belakang tidak leluasa dan tertahan rem. Sehingga berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar yang lebih boros dari biasanya.
ADVERTISEMENT
"Cara rem yang benar itu pakai keduanya, porsi 60 untuk belakang dan 40 depan. Jadi saat mau rem utamakan yang belakang, lalu sepersekian detik diikuti tarik tuas rem depan. Itu membuat lebih stabil dari kecepatan tinggi hingga melambat," pungkas Wawan.