Hino Palsukan Data Emisi di Jepang

10 Maret 2022 11:37
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi truk Hino.  Foto: Bagas Putra Riyadhana
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi truk Hino. Foto: Bagas Putra Riyadhana
ADVERTISEMENT
Kementerian Transportasi Jepang melakukan sidak ke kantor produsen truk Hino terkait kasus pemalsuan data emisi. Ini menambah jajaran merek yang sebelumnya sempat terciduk kasus serupa, seperti Volkswagen dan Mitsubishi.
ADVERTISEMENT
Mengutip Reuters, Stasiun TV publik NHK menyiarkan rekaman yang menunjukkan pejabat dari kementerian memasuki kantor pusat perusahaan pada Senin (7/3) pagi.
Sebelumnya pada Jumat (4/3) Hino secara resmi mengakui adanya pemalsuan data kinerja mesin untuk sertifikat emisi gas buang, dan juga menemukan masalah dalam kinerja mesin.
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, Hino memutuskan untuk menangguhkan penjualan tiga model mesin (A05C (HC-SCR), A09C dan E13 C) dan kendaraan terkait di Jepang.
Produsen kendaraan niaga Hino. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Produsen kendaraan niaga Hino. Foto: Reuters
Diprediksi ada kurang lebih 115.500 kendaraan, yang disuntik mesin dengan data emisi palsu, atau yang punya masalah efisiensi bahan bakar.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Angka tersebut hampir dua kali lipat, dari jumlah kendaraan Hino yang dijual di Jepang, dalam 12 bulan yang berakhir Maret 2021.
ADVERTISEMENT

Hino lakukan investigasi

Mengutip dari Nikkei, investigasi internal Hino menemukan fakta, di mana pada 2018 lalu, kendaraan yang menuju pasar Amerika Utara sudah menggendong mesin yang tidak sesuai dengan peraturan di Amerika Serikat.
Kemudian Hino kemudian memperluas penyelidikan dengan memasukkan daftar mesin untuk pasar Jepang, yang akhirnya kesalahan tersebut terungkap.
Menariknya, pada tahun 2016 lalu, ketika Mitsubishi terguncang skandal data penghematan bahan bakar, Hino mengatakan kepada Kementerian Transportasi, mereka tidak menemukan manipulasi data.
"Tidak menemukan kesalahan adalah masalah besar bagi perusahaan kami," kata Presiden Hino Satoshi Ogiso.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020