Honda Akui China Selangkah di Depan dalam Pengembangan Mobil Listrik

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo Honda Foto: REUTERS/Brendan McDermid
zoom-in-whitePerbesar
Logo Honda Foto: REUTERS/Brendan McDermid

Bos Honda terang-terangan menyebutkan bahwa pabrikan mobil Jepang, secara mengejutkan, tertinggal dari pabrikan lokal China yang sudah begitu banyak mengembangkan dan membuat mobil listrik di helatan Auto Shanghai 2023.

“Mereka (pabrikan China) berada di depan kita (pabrikan Jepang), bahkan dari yang kami duga. Kami perlu berpikir untuk melawannya, bila tidak kami akan kalah dengan kompetisi ini,” kata CEO Honda, Toshihiro Mibe dikutip Paultan.

Ia juga tak menampik, langkah pabrikan Jepang yang dinilai agak lamban untuk urusan mobil listrik, maka itu pihaknya bertekad untuk mengejarnya. Mibe juga menyebut, para petinggi Honda tidak menyangka dengan hadirnya merek lokal China yang membanjiri pameran dengan produk mobil listriknya yang sudah canggih.

Selama keikutsertaan Honda, total ada beberapa model calon mobil listrik mereka yang diperkenalkan. Semuanya masih berupa konsep yakni e:NS2 dan e:NP2 yang dikabarkan akan meluncur pada awal tahun 2024 mendatang.

PT Honda Prospect Motor (HPM) memberikan kesempatan kepada awak media untuk mencoba langsung mobil listrik Honda e di Honda Karawang Plant (10/4). Foto: Sena Pratama/kumparan

Sedangkan satu model lainnya seperti e:N SUV concept yang versi produksinya dijadwalkan paling cepat meluncur pada akhir tahun ini. Semua purwarupa tersebut nantinya akan berupa SUV.

Lanjut Mibe, para pabrikan China telah melalui kemajuan pesat selama pandemi Covid-19, saat seluruh dunia terputus dari Negeri Tirai Bambu diakibatkan pembatasan akses dan perjalanan.

COO Honda, Shinji Aoyama menambahkan pihaknya cukup kewalahan dengan pergerakan industri otomotif China akhir-akhir ini. “Kami kewalahan dengan China,” ujarnya.

Untuk merespons hal tersebut, pabrikan telah menetapkan strategi elektrifikasi yang berfokus pada pasar Amerika Serikat, Jepang, dan China mulai tahun 2025 mendatang. Sekaligus memuluskan rencana mereka untuk memproduksi lebih dari dua juta mobil listrik pada 2030.

Honda resmi memasarkan mobil listrik e:NS1 dan e:NP1 di China. Foto: Honda

Model yang akan dijual di Negeri Paman Sam adalah Honda Prologue dan Acura ZDX, keduanya dibangun di atas platform Ultium rancangan General Motor (GM) untuk tahun 2024. Sementara medium SUV hasil pengembangan Honda sendiri baru akan debut tahun 2025.

Sedangkan di Jepang, Honda akan mulai memasarkan N-One pada tahun 2025 dan dua model listrik mungil lainnya, yang mana salah satu di antaranya adalah model SUV. Sementara khusus untuk pasar China, akan ada 10 model yang diperkenalkan mulai tahun 2027.

Adapun, urusan suplai baterai yang akan digunakan, Honda makin gencar melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Suplai dari GM untuk model yang dijual di Amerika Serikat, CATL untuk pasar China, dan Envision AESC untuk pasar Jepang.

***